Empat Klotok Wisata di Banjarmasin Disilang dan Dilarang Beroperasi

Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin memberi tanda silang terhadap empat unit klotok wisata yang kedapatan beroperasi dengan membawa penumpang di bagian atap, Minggu (24/3/2019). Motoris klotok tak melarang wisatawan yang bandel menaiki atas klotok.
Petugas mengecat silang bagian atap klotok nomer 51, 63, 70 dan 83 sebagai perahu wisata yang pertama mendapat tanda dilarang beroperasi melayani susur sungai.
Ketua Dermaga Menara Pandang, Husai, mengeluhkan sikap acuh dari Dinas Perhubungan yang langsung memberi tanda silang kepada empat kelotok. Perlakuan ini menyebabkan surat izin mengemudi empat orang motoris tidak diterbitkan oleh Dishub Banjarmasin.
"Padahal mereka keempatnya ini sama tidak sadar jika ada penumpang yang naik ke atas atap. Terlebih kelotok yang 63 ini, anak-anak naik ke atas lewat belakang, dan lepas pantau motoris. Tetapi pihak dishub bersikeras ini mencoret memberi tanda silang seperti ini, kami sangat prihatin atas hal ini," ucapnya kepada wartawan banjarhits.id, Zahidi, Minggu (24/3).
Ia mengaku tidak tahu persis bagaimana prosedur dishub mencoret silang ini. Husaini pun tidak paham bagaimana agar empat perahu klotok wisata ini bisa kembali beroperasi. Pihaknya belum tahu nasib empat motoris yang dicabut SIMnya.
Menurut dia, ada penurunan angka wisatawan yang memakai jasa klotok wisata seiring kebijakan Dishub Banjarmasin.
"Lebih dari 50 perse penurunan ini kami rasakan. Sebab yang biasanya akhir pekan bisa sampai 2 atau 3 kali tarikan perkelotok, dalam tiga pekan terakhir ini untuk satu kali menarik saja supaya 88 motoris kebagian kadang tidak kesampaian hal ini," ungkapnya.
Adapun empat orang motoris yang menerima sanksi duduk termenung. Mereka kebingungan melihat sikap dinas perhubungan yang terkesan arogan tanpa memikirkan dampak dari pencoretan tanda silang pada kelotok tersebut.
"Setidaknya kesalahan ini bukan disengaja oleh kami. Kami sudah mengimbau, memperingatkan, dan saat awal mula jalan penumpang ini tertib saja. Lalu saat hendak sampai entah kenapa ada saja penumpang yang naik ke atas untuk ngambil foto tanpa sepengatahuan dan izin ke motoris sehingga motoris yang kena batunya," kata seorang motoris yang tak mau disebutkan namanya.
