Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten Media Partner
Foto: Geliat 'Acil' Pasar Terapung Siring Tendean
3 Februari 2018 21:45 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:12 WIB





ADVERTISEMENT
Banjarhits.id – Pasar terapung di Kota Banjarmasin sudah kesohor ke seantero Nusantara. Pasar terapung identik dengan kaum ibu-ibu yang menjajakan aneka , barang dagangan di atas jukung (perahu kayu kecil).
ADVERTISEMENT
Budaya pasar terapung terbentuk karena penyikapan masyarakat Banjar terhadap kondisi geografisnya. Banyak aliran sungai yang membelah Kota Banjarmasin. Di kota ini, ada tiga destinasi wisata pasar terapung, yakni Pasar Terapung Kuin di tepian Sungai Barito, Pasar Terapung Siring Tendean, Pasar Terapung Lok Baintan.
Dua nama pertama berada di Kota Banjarmasin. Adapun satu nama terakhir beradai di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Keberadaan pasar terapung boleh dibilang ikon Kota Banjarmasin. Bila berkunjung ke Banjarmasin belum afdal sebelum menyambangi pasar terapung.
Dari ketiga pasar terapung itu, Pasar Terapung Siring Tendean yang usianya paling muda. Pemerintah Kota Banjarmasin sengaja membuat Pasar Terapung Siring Tendean demi mendekatkan budaya tersebut ke tengah kota.
ADVERTISEMENT
Pasar Terapung Siring Tendean buka setiap Sabtu dan Minggu pagi. Pelancong pun makin mudah menjumpai ‘acil-acil’ pasar terapung. Acil merujuk sosok ibu-ibu pedagang yang menjualkan aneka hasil bumi dan makanan ringan.
Foto dan teks: Bahaudin Qusairi / Banjarhits.id