Foto: Melihat Tradisi Aruh Basambuk Dayak Loksado





Banjarhits.id - Bermukim di lereng Pegunungan Meratus, komunitas Dayak Loksado-- subsuku Dayak Meratus—yang mayoritas mendiami Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, punya tradisi Aruh Basambuk setelah musim tanam padi. Upacara adat ini rutin digelar pada bulan kedua setiap tahun di Balai Adat Malaris, Desa Lok Lahung, Kecamatan Loksado.
Prosesinya dimulai pukul 20.00 hingga 10.00 wita keesokan harinya. Selama 12 jam lebih, para pemilik tanah yang tengah menanam padi gunung, mesti melakoni ritual turun-temurun ini. Di dalam balai adat, Dayak Loksado menyediakan aneka sesaji yang diletakkan di atas nampan sambil mendekorasi lajur-lajur daun enau muda dan dua sangkar yang dipercaya sebagai tempat roh leluhur.
Upacara yang digelar pada Sabtu malam – Minggu pagi (10-11/2), ini diikuti oleh 24 kepala keluarga yang sedang tanam padi dengan tujuan kelak hasil panennya maksimal dan dijauhkan dari penyakit. Alhasil, setiap kepala keluarga wajib mengikuti prosesi batandik alias mengitari sesajen seraya membunyikan gelang hiyang di genggaman tangan. Sesekali mereka rehat, dan melanjutkan lagi prosesi hingga rampung.
Prosesi ini hanya satu dari tiga rangkaian upacara adat di Balai Adat Malaris dalam setahun. Setelah Aruh Basambuk, mereka akan menggelar Aruh Bawanang pada Juli dan Aruh Ganal pada September. Banjarhits.id mesti ikut bermalam di balai adat itu seraya mendegarkan riuh orang merapal mantra mengharap kepada leluhur.
Foto dan teks: Diananta/ Banjarhits.id
