Konten Media Partner

Iskandar, Pengamen Jalanan Beromset Setengah Juta Sehari

banjarhits

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Iskandar sedang mengamen di simpang empat Jalan Gatot Subroto, Kota Banjarmasin. Foto: Donny Muslim/banjarhits.id
zoom-in-whitePerbesar
Iskandar sedang mengamen di simpang empat Jalan Gatot Subroto, Kota Banjarmasin. Foto: Donny Muslim/banjarhits.id

Profesi pengamen tak melulu lekat dengan pekerjaan orang-orang malas. Asal Anda rajin, tidak urakan, serta punya skill oke, siap-siap ketiban rezeki yang tak terduga-duga. Seperti yang dialami oleh Gusti Iskandar, asal Kota Banjarmasin, yang mematahkan stigma buruk para pengamen jalanan.

Berdiri di sudut simpang empat Jalan Gatot Subroto, Kota Banjarmasin, Gusti Iskandar sehari-hari menjual suara merdunya di kawasan padat lalu lintas ini. Ia tampil necis mengenakan kaos garis-garis, celana skinny, dan sneaker berwarna hitam kinclong saat dikunjungi banjarhits.id, Senin (5/8/2019) malam.

Di tengah bisingnya lalu lintas kota, lelaki muda 23 tahun itu tampak tak terusik mengamen di hadapan pengendara sambil memegang sebuah gitar akustik. Satu per satu, lagu populer Indonesia dimainkan Iskandar. Jari jemarinya tampak lincah menggenjreng serta memetik senar gitar yang tersambung dengan sebuah amplifier (pengatur suara).

"Sudah sejak enam tahun ngamen di jalanan. Tapi yang pake alat (mikrofon dan speaker) niat banget kaya begini baru-baru aja. Karena semakin banyak larangan ngamen di warung-warung. Jadinya ke sini," kata Iskandar kepada banjarhits.id di sela ngamen, Senin (5/8/2019).

Iskandar tak pernah tebersit jadi pengamen jalanan. Niat mengamen pun gambling ketika ia membeli seperangkat gitar akustik berkualitas, amplifer, dan mikrofon dengan modal 2 juta rupiah. Ia mengumpulkan duit ini hasil mengamen selama mendatangi restoran dan warung makan sejak bertahun-tahun lalu.

Namun, pilihan yang diambil Iskandar rupanya tepat. "Sekarang jauh lebih besar penghasilan. Sehari bisa Rp 300-400 ribu. Itu baru sore. Kalau sampai malam biasanya lebih setengah juta. Tapi ini dibagi ke teman-teman bantu di lapangan," ujarnya.

Iskandar merasa nyaman dengan profesi ini. Menurut dia, hingga kini belum terpikir untuk banting setir ke profesi lain mencari peruntungan baru.

"Gak nge-band, gak ikut apa-apa juga. Sekarang mengamen jadi yang penghasilan utama. Kalau tips nya sih ya intinya sopan sama orang, kualitas dibagusin. Logikanya, hasil akan lebih banyak kalau kita bekerja lebih juga," ujarnya.