Konten Media Partner

Jelang Pileg, Penjualan Sungkul Masjid Diprediksi Melonjak

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jelang Pileg, Penjualan Sungkul Masjid Diprediksi Melonjak
zoom-in-whitePerbesar

Banjarhits.id, Banjarmasin - Aneka macam ukuran dan warna sungkul masjid—kubah panel masjid—terpampang di halaman toko UD Sumber Rezeki di pinggir Jalan Ahmad Yani Kilometer 14 Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Memakai tang rivet, beberala pekerja pria sibuk merangkai sungkul masjid berbahan aluminium dan seng.

Prasetya misalnya. Ia sibuk memukul-mukul aluminium membentuk kerangka sungkul. Selain menjual sungkul masjid, toko itu menjual ventilator angin yang biasa digunakan untuk sirkulasi udara di atap bangunan gedung. Selama enam tahu di toko itu, Prasetya bekerja pukul 08.00 sampai 17.00 wita setiap hari.

“Kalau bulan yang ramai pembeli itu saat menjelang bulan Ramadan dan memasuki pemilihan caleg. Pembelian bisa sampai dua kali lipat dari bulan biasa," ujar Prasetya kepada banjarhits.id, Minggu (5/8/2018).

Ia menuturkan para pengurus masjid dan mushala akan berlomba memperindah tempat ibadah saat Ramadan. Selain menjelang bulan Ramadan, ketika memasuki pemilu omset penjualannya akan meningkat karena para caleg berlomba menarik simpatik masyarakat. Prasetya berkata caleg memberi berbagai bantuan ke masyarakat, terutama tempat ibadah muslim.

Ia memperkirakan keuntungan juragannya mencapai puluhan juta per bulan. Kalaupun pesanan lagi sepi, ia pulang kampung ke Pulau Jawa untuk mengerjakan hal serupa. Pria 22 tahun itu akan kembali ke Banjarmasin bila pesanan sungkul masjid kembali ramai.

Lain sungkul, lain ventilator. Untuk ventilator, ia bisa merangkai 3 buah dari ukuran kecil sampai besar dalam sehari. Harga ventilator bervariasi dari ukuran kecil 40 centimeter seharga Rp 1,4 juta, sedangkan paling besar berukuran 1 meter yang dibanderol seharga Rp 2,5 juta. Namun harga itu tidak termasuk ongkos pasang.

"Kebanyakan yang mesan dari luar kota seperti Tanjung dan Kandangan. kalau lakunya sih enggak menentu, kadang satu hari laku besok tidak ada," ujarnya sembari membor almunium.

Adapun pembuatan sungkul masjid lebih rumit dan ribet serta harus dikerjakan oleh dua orang pekerja. Harga sungkul pun lebih mahal. "Kalau merakit sungkul bisa memakan waktu satu hari penuh dan harus dua orang yang mengerjakannya," paparnya.

Sungkul masjid berwarna polos aluminium dijual seharga 1,5 juta dengan ukuran 30 centimeter. Kemudian yang besar ukuran 12 meter dijual seharga Rp 100 juta dengan bahan aluminium biasa. Berbeda kalau bahan panel yang sudah di cat warna-warni harganya berkisar Rp 500 juta plus ongkos pasang ditempat.

"Padahal kalau motif aluminium biasa lebih tahan lama, namun bentuk dan motifnya biasa saja, beda sama panel yang motifnya lebih menarik namun daya tahan kurang," terangnya.

Walau daya tahan kurang, namun tetap banyak peminatnya. Buktinya dalam satu bulan, ia bisa menjual 10 motif panel dengan berbagai ukuran. Motif aluminium biasanya satu cuma laku lima buah dalam sebulan.

Prasetya kerap memesan bahan siap rangkai dari Pulau Jawa untuk mempercepat proses pengerjaan. Ia pun sering mengalami luka-luka akibat terkena seng dan aluminium. (Hanafi)