Konten Media Partner

Rusak Parah, Jembatan Dermaga di Batulicin Butuh Perbaikan

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rusak Parah, Jembatan Dermaga di Batulicin Butuh Perbaikan
zoom-in-whitePerbesar

Banjarhits.id -Jembatan kayu ulin di pelabuhan penyeberangan speed boat milik PT Pelindo III Cabang Kotabaru di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal, masyarakat memanfaatkan dermaga itu untuk pelayanan transportasi laut antara Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Jembatan yang terbuat dari kayu ulin terlihat rusak parah. Puluhan tiang penyangga titian ulin patah, belum ada perbaikan dari Pelindo III Cabang Kotabaru. Dermaga penyeberangan ini terletak di Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Seorang pengelola jasa penyeberangan, Riduan, mengakui, sudah puluhan tahun mengelola jasa penyeberangan di pelabuhan setempat. Pihaknya rutin menyetor uang retribusi kepada Pelindo setiap bulan. Namun, Riduan mengeluh Pelindo seolah acuh terhadap kerusakan tiang penyangga titian ulin di dermaga tersebut.

Padahal, kata dia, kondisinya rusak parah dan membahayakan pengendara motor yang sedang melintas di atas jembatan ketika naik dan turun kapal. Kata Riduan, kondisi jembatan separah itu sudah lama terjadi.

"Tetapi belum ada perbaikan dari pihak Pelindo setempat. Tapi baru-baru bulan ini saya nggak setorkan, karena pelabuhan tersebut tak ada perbaikan,” kata Riduan kepada Banjarhits.id di pelabuhan Batulicin, Senin (26/2).

Adapun Manager PT Pelindo III Cabang Kotabaru di Batulicin, Yuli Wardianto, mengatakan pihak Pelindo kawasan Batulicin hanya sebagai pelaksana teknis retribusi karcis dan tidak ada status kepemilikan pelabuhan. Yuli berdalih status pelabuhan khusus speed boat awalnya milik transmigrasi. Namun, dia belum tahu apakah sudah ada alih kepemilikan.

“Apakah kepemilikan tersebut sudah diserahkan kepada pihak Pelindo, kami belum tahu. Yang tahu itu Pelindo Cabang kotabaru. Kalau memang aset Pelindo, kami akan berusaha memperbaikinya,” kata Yuli. (Slamet Riadi)