Konten Media Partner

Kalsel Jadikan Pulau Bakut dalam Paket Wisata

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kalsel Jadikan Pulau Bakut dalam Paket Wisata
zoom-in-whitePerbesar

banjarhits.ID, BANJARMASIN - Taman Wisata Alam (TMA) Pulau Bakut di bawah Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala (Batola), resmi menjadi kawasan wisata umum.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Dahnial Kifli merespons positif atas upaya yang dilakukan BKSDA Kalimantan Selatan. Menurut dia, upaya ini pararel dengan semaangat Kalsel mewujudkan tahun kunjungan wisata (Welcome Visit South Borneo).

“Kami akan menjadikan wisata Pulau Bakut sebagai bagian dari paket wisata dengan bekerjasama dengan sejumlah travel,” kata Dahnial Kifli, Kamis (8/11).

Pihaknya bersyukur Bupati Batola Noormiliyani turut mendukung pemanfaatan kawasan Jembatan Barito menjadi objek wisata umum.

Sementara Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel Mahrus Aryadi mengatakan, lokasi Pulau Bakut yang merupakan hunian bagi Bekantan (Nasalis Larvatus) dengan luas 15,8 hektare. Letaknya sangat strategis karena dekat dengan pusat Kota Banjarmasin, murah, dan pengunjung bisa belajar konservasi.

“Saat ini kawasan wisata Pulau Bakut dilengkapi sarana dengan pembiayaan BKSDA Kalsel dan PT Adaro Indonesia dengan dukungan biaya Rp1,6 miliar. Sedangkan fasilitas yang tersedia berupa loket karcis, mushalla, titian sepanjang 630 meter, menara pandang dan WC,” kata Mahrus.

Guna mendukung kawasan wisata yang sebelumnya tersedia berbagai fasilitas pendukung, maka ke depan rencananya juga akan dilengkapi daya tariknya seperti area kerajinan dan kuliner.

"Termasuk mendatangkan komunitas pegiat binatang untuk bisa ditampilkan di lokasi wisata pada hari-hari tertentu," katanya.

Mahrus hanya mengutip duit karcis Rp5 ribu untuk masuk Pulau Bakut. Sedangkan bagi masyarakat sekitar akan dibuatkan Peraturan Desa.

Hilda warga Jalan Brigjen Hasan Basri menyambut antusias ditatanya kembali kawasan Jembatan Barito menjadi objek wisata. Mahasiswa Fakultas Ekonomi ULM Banjarmasin ini berharap, dengan dibukanya objek wisata kawasan Jembatan Barito bisa menarik minat wisatawan berkunjung.

“Kami berharap sarana toilet, lingkungan sekitar Jembatan Barito dijaga kebersihannya. Kami kuatir pemerintah hanya bisa membangun tapi tak mampu menjaga,” katanya. (Anang Fadhilah)