Ketika Musisi Seni Angklung Pentas Jalanan di Banjarmasin

Sekelompok pemusik angklung berdiri di trotoar simpang empat Jalan Merdeka, dekat Masjid Sabilal Muhtadin, Kota Banjarmasin pada Rabu sore, 21 Agustus 2019. Ketika lampu merah menyala, mereka memainkan musik angklung.
Satu di antara mereka bernama Andre. Ia mahir memainkan alat musik dari bambu itu. Adapun Saiful menyodorkan kotak sumbangan ke pengendara. Musik angklung yang dibawakan anak-anak asal kota Surabaya ini semakin merdu ketika tabuhan kendang dari Indra melantun mengiringi nada angklung.
Meski bermain di pinggir jalan, mereka kurang sreg kalau dibilang ngamen.Tiga remaja ini tak mau dipandang terlalu komersil. Kegiatan yang mereka lakukan semangatnya lebih ke arah sosial. "Kami enggak ngamen, cuma menghibur," ujar Andre kepada banjarhits.id, Rabu (21/8/2019) sore.
Grup musik angklung ini baru dua pekan di Kota Banjarmasin. Sebelumnya tiba di kota seribu sungai, mereka melakukan ekspedisi ke daerah lain, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Mereka ada rencana bertahan lama di Banjarmasin. Saat ini, grup musik tradisional itu berada di bawah naungan Yayasan Terapi Narkoba yang berlokasi di Benua Anyar.
"Ada rencana mau bikin komunitas dengan merangkul kawan-kawan di Banjarmasin. Dan rencananya bakal lama di sini," imbuh Andre.
Niat mereka semakin kuat ketika dukungan dari Pemerintah Kota Banjarmasin datang. Selain mengantongi surat izin dari Dinas Sosial, mereka mendapat rekomendasi dari Dinas Pariwisata Banjarmasinuntuk mengisi seni jalanan di Banjarmasin.
"Tanggal 30 ini diundang main di Siring Menara Pandang sama pemkot. Kalau sudah punya izin gini sepertinya enggak bakalan lagi diterapkan petugas," ucap Andre sambil tertawa.
Selain mereka bertiga, ada rencana pemain lain juga datang ke Banjarmasin untuk membantu di acara tersebut. Menurut Andre, ada empat orang lagi yang bakal datang.
Andre menceritakan, kendati asal Surabaya, mereka mempelajari musik angklung di Yogyakarta. Selama empat tahun di kota pelajar, ilmu musik angklung diperdalam. Setelah siap, mereka memutuskan melakukan ekspedisi.
Andre mengaku dulunya pemakai narkoba, hingga memutuskan hijrah dan memilih jalur kesenian untuk mengekspresikan diri. "Tapi dulu ya. Sekarang engga lagi," tegasnya.
Selain itu, mereka juga memiliki impian untuk menjadikan Banjarmasin sebagai Kota Yogyakarta kedua. " Insyaallah bisa. Saat ini sudah mulai diusahakan dengan kegiatan ini. Dan semoga dapat dukungan pemerintah setempat," pungkasnya.
