Kisruh Pemilihan Rektor ULM Makin Memanas

Banjarhits.id, Banjarmasin - Polemik tahapan pemilihan rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) makin meruncing setelah Kepala Bagian Humas ULM Siti Aisyah memberi klarifikasi resmi atas kisruh Pilrek ULM. Siti Aisyah meminta hak jawab ke banjarhits.id atas pemberitaan dugaan pemakaian dana Islamic Development Bank (IDB) dan isu penggalangan suara diam-diam oleh seorang calon rektor petahana, Sutarto Hadi.
Ketua Forum ULM Bersih, Wahyu Firmansyah, mengatakan penjelasan Siti Aisyah lewat hak jawab sangat keliru dan cenderung aneh. Kalaupun terkait institusi ULM, kata Wahyu, sosok Rektor ULM Sutarto Hadi yang paling berkompeten memberi klarifikasi atas aneka tuduhan miring tersebut.
“Menjadi aneh, mengingat dalam kapasitas tersebut kalaupun persoalannya menyangkut institusi itu. Seyogyanya dilakukan langsung oleh Rektor ULM Sutarto untuk memberikan klarifikasi. Jadi kurang elok jika kemudian humas yang berbicara,” kata Wahyu Firmansyah kewat siaran pers ke banjarhits.id, Jumat malam (22/6).
Selain itu, Ketua Senat Universitas yang berwenang memberikan klarifikasi atas dugaan kecurangan Pilrek ULM. Sebab, kata dia, dugaan pelanggaran menyangkut gratifikasi menginap di hotel bintang empat dan pemberian fulus untuk menggalang suara.
“Hal ini menjadi temuan sebab pada salah satu media terdapat fakta jawaban atau pengakuan dari Syamsu selaku pengelola dana IDB. Bahwa mereka memang menginap di Hotel Mercure Banjarmasin. Hal inilah yang sekiranya jadi ujung pangkal masalahnya. Termasuk beredarnya kiriman WA berupa manifest/data oknum anggota senat yang menginap di hotel tersebut,” kata Wahyu Firmansyah.
Ia menyayangkan kinerja Kepala Bagian Humas ULM yang tidak kredibel dalam menyikapi kisruh Pilrek ULM. Menurut Wahyu, permintaan hak jawab itu justru suatu blunder terhadap institusi ULM. “Seolah-olah Humas ULM mendukung atau berpihak kepada salah satu paslon," ujar Wahyu.
Wahyu mengatakan Kepolisian Daerah Kalsel, Kejati Kalsel, Ombudsman Kalsel, KPK, dan Irjendikti Kemristekdikti mesti melakukan investigasi terhadap permasalahan ini.
“Dugaan kasus politik uang pada Pilrek ULM bisa diselidiki guna mengungkap fakta adanya dugaan skandal Pilrek ULM 2018,” ujarnya.
Kepala Bagian Humas ULM, Siti Aisyah, meluruskan simpangsiur pemberitaan ihwal dugaan pelanggaran tahapan pemilihan rektor. Siti ingin mengklarifikasi perihal berita dugaan salah seorang calon rektor ULM Sutarto Hadi yang memakai dana bantuan Islamic Development Bank (IDB) untuk menghimpun suara Senat Universitas.
Menurut Siti, ULM tidak ikut mengelola dana bantuan senilai Rp 384,7 miliar itu. Siti berkata KPPN sepenuhnya yang mengelola dana IDB untuk pembangunan 12 gedung baru di kampus ULM. “Rekanan yang bangun gedung, pencairannya langsung ke KPPN. Pihak ULM tahunya gedung berdiri, jadi enggak benar dana IDB untuk pemilihan rektor,” kata Siti Aisyah kepada banjarhits.id, Jumat (22/6/2018).
ULM menerima pendanaan dari IDB lewat Proyek 7 in 1 sebesar Rp 384,7 miliar untuk membangun 12 gedung baru. Sepuluh gedung di ULM Kota Banjarmasin dan dua gedung di kampus ULM Kota Banjarbaru.
Adapun ihwal isu karantina dan kumpul-kumpul civitas akademika pendukung Sutarto Hadi, Siti Aisyah berasumsi tidak ada aturan yang melarang salah satu calon rektor untuk bertemu tatap muka dengan para koleganya. Siti Aisyah merasa perlu meluruskan heboh pemberitaan Pilrek ULM di situs kumparan.com/banjarhits untuk meredam isu yang kadung berkembang liar.
“Saya hanya ingin memastikan berita itu bukan pesanan. Tapi saya lihat pemberitaan di banjarhits.id sudah berimbang karena ada konfirmasi ke Pak Sutarto Hadi,” ucap Siti Aisyah.
Siti memastikan bersikap netral terhadap ketiga kandidat calon rektor ULM. Menurut Siti, institusi ULM harus meluruskan kisruh pemberitaan itu demi menjaga nama baik ULM dan menghindari fitnah yang menjatuhkan ULM. Melalui klarifikasi ini, Siti Aisyah berharap masyarakat makin gamblang dan jernih melihat tahapan proses Pilrek ULM.
Sebelumnya, pejabat pengelola dana bantuan Islamic Development Bank (IDB) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), A Syamsu Hidayat, mengatakan kolega civitas akademika ULM kubu Sutarto Hadi sempat berkumpul untuk buka puasa bersama di Hotel Mercure Kota Banjarmasin. Namun, Syamsu membantah tuduhan penggunaan duit IDB untuk mendanai penggalangan suara ketika Pilrek ULM.
“Kami memang berkumpul di Mercure Hotel bukan untuk dikarantina, tapi buka puasa bersama. Kami menginap di hotel tersebut, dan tak menggunakan dana IDB. Itu tuduhan yang ngawur dan mengada-ada,” kata Syamsu Hidayat ketika dikonfirmasi, Selasa malam (29/5).
Syamsu heran atas tuduhan memakai dana IDB yang keperluannya untuk membangun 12 gedung baru di ULM. “Kami katakan sekali lagi, semua tuduhan itu tak berdasar dan menjurus fitnah,” kata Syamsu.
Rapat tertutup Senat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada 30 Mei lalu, resmi memunculkan tiga nama Bakal Calon Rektor ULM periode 2018-2022. Ada 58 anggota Senat pemilik hak suara memilih tiga dari empat bakal calon rektor ULM periode 2018-2022.
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara pada tahapan penyaringan calon Rektor ULM, perolehan suara setiap kandidat sebagai berikut:
1. Sutarto Hadi (31 suara)
2. Zairin Noor Helmi (17 suara)
3. Hadin Muhjad (9 suara)
4. Husaini (1 suara)
Ketiga nama Calon Rektor ULM teratas kemudian disampaikan ke Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Menristekdikti punya 35 persen hak suara untuk menentukan siapa yang paling berhak menduduki kursi Rektor ULM untuk empat tahun ke depan.
Ada empat guru besar yang maju Pilrek ULM. Mereka terdiri dari Prof DR Zairin Noor (Dekan Fakultas Kedokteran yang juga guru besar), Prof DR Hadin Muhjad (Guru Besar Hukum Administrasi Fakultas Hukum ULM), Prof DR Husaini (Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM), dan rektor inkamben Prof DR Sutarto Hadi (Guru Besar Matematika FKIP ULM). (Tim banjarhits.id)
