Konten Media Partner

Kontraktor Habis Dana, Proyek Jembatan Mangkrak

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kontraktor Habis Dana, Proyek Jembatan Mangkrak
zoom-in-whitePerbesar

banjarhits.id, Banjarmasin - Warga Gang Melati, Jalan Sutoyo S, Kecamatan Banjamasin Tengah mengeluhkan proyek pembangunan jembatan yang berada di mulut Gang Melati. Sebab, sudah hampir sepekan proyek jembatan itu terhenti tanpa kepastian.

Pantauan banjarhits.ID di lapangan, banyak warga yang mengeluhkan penyelesaian jembatan. Salah satu warga, Yahya, mengeluh molornya penyelesaian proyek jembatan yang menghubungkan Jalan Sutoyo S dengan Gang Melati.

Yahya heran melihat proyek tersebut karena tinggal beberapa pagar yang masih belum rampung dan banyak tumpukan material menyebabkan warga kesulitan melintasi jembatan.

"Selama ini belum pernah melihat kontraktor yang melaksanakan proyek ini sedangkan jembatan juga menghubungkan ke Cempaka Besar. Kami harapkan pemerintah bisa mengambil langkah bijak menyelesaikan proyek jembatan ini,” ucap Yahya kepada banjarhits.ID, Jumat (5/10).

Padahal, Yahya mengatakan banyak warga beraktivitas melewati jembatan tersebut. “Kami kesulitan dengan tidak selesainya jembatan ini. Terlebih warga setiap pagi megantar anak melintasi jembatan, entah kenapa seperti ini kami tidak megetahui penyebab pastinya,” kata Yahya.

Aggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali, angkat bicara tentang terhentinya proyek jembatan karena para kontraktor kehabisan dana. Ia telah kordinasi dengan Dinas PUPR Kota Banjarmasin.

“Pihak PUPR melalui Pak Gustam beliau menjelaskan pihak kontraktor kehabisan dana alokasi pembangunan,” ujar Matnor Ali. Ia pun geram mendengar pengakuan tersebut.

Ali menduga Dinas PUPR lalai ketika menentukan kontraktor ataui pemborong proyek jembatan itu. Sebab, proyek pembangun jembatan tidak beres di tengah jalan.

Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Joko Pitoyo, menyampaikan akan berkoordinasi dengan pelaksana proyek untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan tersebut.

"Pasti kami panggil untuk percepatan penyelesaian akhir jembatan tersebut dan minta keterangan mengapa proses tersebut sampai terhenti. Jika kami temukan kecurangan, akan kita beri sanksi,” ucap Joko.

Adapun kontraktor yang memenangi lelang adalah CV Tiga Utama dengan waktu pelaksanaan 180 hari dan anggaran biaya Rp 405 juta untuk tiga jembatan yang dikerjakan serentak: jembatan 1 Jalan Bali, Jembatan Sungai Baru 2 dan Jembatan Gang Melati Jalan Sutoyo S. (Zahidi)