Mengenal Kesenian Kungkung Asal Dayak Meratus

Banjarhits.id, Banjarmasin - Dewan Adat Dayak Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menampilkan kesenian adat Dayak Meratus, Kungkurung ketika membuka Festival Budaya Borneo ke-2 di Kota Banjarmasin, Sabtu (11/8/2018).
Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Tapin, Karliansyah menjelaskan seni kungkurung merupakan budaya adat untuk ritual menanam padi, menyambut tamu kehormatan, dan pembukaan acara besar.
Ada aneka ragam peralatan yang digunakan dalam kesenian kungkurung, seperti indungan 3 batang, indung landung 1 buah, capak 1 buah, tintin 1 buah, dan tangkup 1 buah.
"Semua bahan sama, cuma kecil atau besar kukuannya (ujungnya)" ujar Karliansyah. Bahan dalam membuat peralatan itu terdiri atas bambu buluh, bambu tamiang, kayu besi atau ulin, rotan, dan kayu karet.
Menurut dia, peralatan seni kungkurung tidak bisa dibuat oleh sembarang orang, tapi harus orang yang mumpuni. Adapun pemain dalam kesenian kangkurung berjumlah ganjil, minimal 5 orang dan maksimal berjumlah 9 orang.
Karliansyah berkata, dalam permainan kesenian itu, kelompok pemain tak perlu persiapan terlalu lama karena sudah terlatih. "Kada (tidak) perlu persiapan karena sudah biasa," jelasnya.
Sementara itu, seorang pemain Kangkurung asal Desa Harakit, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Adan mengatakan sudah 32 tahun menjadi pemain kungkurung. Ia menekuni kesenian ini sejak dirinya berusia 10 tahun. Kesenian kangkurung menjadi kebiasaanya sebagai petani dalam ritual menanam padi.
Ia mengungkapkan, sehari-hari dirinya menanam padi dan sayur di daerah Pegunungan Meratus dengan sistem berpindah setiap tahunnya. Menurut dia, pembersihan lahan pertanian masih sistem bakar lahan. "Apabila memasuki musim hujan, maka kami tanami," ujarnya. (M Robby)
