Meraup Untung Beternak Ayam Serama Borneo

Banjarhits.id, Banjarmasin – Riuh kokok ayam pecah ketika Banjarhits.id memasuki ruang seukuran 3×5 meter dengan dikeliling dinding papan kayu. Beralaskan pasir, ruangan ini dipilah menjadi dua bagian. Susunan kandang dan sekat-sekat ternak ayam menjejali kedua ruangan. Uniknya, puluhan ayam penghuni ruangan itu berpostur mini dengan polah lucu.
Seraya membusungkan dada dan mengepakkan kedua sayap, beberapa ekor ayam pejantan saling sahut ketika berkokok. Sebagian ayam malah berjuluk ‘Ade Rai’ karena posturnya gagah dengan gaya berjalan mirip binaragawan. “Ini ayam serama borneo, aslinya dari daerah Serawak, Malaysia,” kata si peternak ayam serama, Muhammad Yusuf saat ditemui, Minggu (11/3/2018).
Ia sudah lima tahun beternak ayam serama borneo setelah kepincut polah lucu si ayam. Kebetulan, Yusuf penghobi ayam serama sebagai penghilang stres. Bermodal awal Rp 12 juta pada 2012 silam, Yusuf membeli dua pasang indukan ayam serama super. Modal itu di luar membangun kandang ternak. Dia membeli indukan di arena lomba karena ingin mencari ayam serama super untuk menghasilan bakalan ayam yang berkualitas.
Berpangkal dari indukan super, ia bisa mengembangbiakkan turunan ayam serama bernilai jual tinggi ketika usianya masih bakalan. Menurut Yusuf, ternak ayam serama selalu menghasilkan duit karena pembeli rutin datang setiap pekan dan indukan ayam betina cepat menetaskan telur.
“Hasilnya ada terus. Saya beli indukan ayam, dan anak-anaknya yang bisa dikembangbiakkan terus. Ternak ayam serama mudah saja,” kata Yusuf, yang beternak ayam di belakang rumahnya, kawasan RT 12 Jalan 9 Nopember, Kelurahan Banua Anyar, Kota Banjarmasin. Ayam serama mengerami telurnya selama 21 hari hingga menetas.
Anakan pejantan ayam serama usia dua-tiga bulan, misalnya, dibanderol seharga Rp 500 ribu per ekor. Harga bisa melonjak bila si pejantan sukses meraih titel juara di perlombaan. Yusuf mencontohkan seekor pejantan usia mendekati 1 tahun dibanderol Rp 1,5 juta setelah menjuarai kategori best of child.
“Setiap bulan rata-rata omset kotor Rp 5 juta, kadang bisa lebih,” kata Yusuf. Menurut dia, hasil peranakan ayam serama borneo kerap dicari para penghobi asal Kota Surabaya, Yogyakarta, dan beberapa kota lain di Pulau Jawa. Sebab, kata Yusuf, ayam serama asli Kalimantan punya karakter lebih unggul ketimbang serama yang diternakkan di Jawa.
“Saya punya pelanggan dari Palangkaraya, Samarinda, Batulicin, Amuntai, bahkan sampai ke Jawa,” ujar Yusuf, sambil menambahkan serama kategori ideal berukuran super kecil dan tanpa persilangan dengan jenis ayam lain.
Meski terkesan mudah, ia mengingatkan ayam serama rentan terpapar penyakit, seperti kelumpuhan dan penyakit ngorok. Resepnya, kata Yusuf, pemilik mesti rajin-rajin membersihkan kandang, menjaga suhu kandang tetap hangat, dan memastikan angin tidak masuk berlebihan lewat ventilasi. Adapun soal kelumpuhan, ia kerap memberikan obat kalsium khusus ayam.
Selain itu, pola ternak ayam serama sangat simpel. Ia cuma memberi makanan pagi dan sore saban hari, seperti jagung tumbuk, beras merah, dan beras 1. Ia juga menambah asupan vitamin untuk memacu stamina si ayam serama. “Saya bersihkan kandang sebulan sekali. Ternak ayam serama beda dengan ayam pedaging, ayam serama enggak menimbulkan bau,” kata dia sambil terkekeh.
Ketekunan Yusuf atas kecintaan terhadap ayam serama membuahkan hasil manis. Ayam-ayam serama besutannya kerap memenangkan kontes adu kecantikan ayam serama. Ia pernah melego ayam serama berstatus juara seharga Rp 3 juta. "Tapi dijual lagi dengan teman saya seharga Rp 4,5 juta." (Diananta)
