kumparan
8 Sep 2019 15:11 WIB

Partai Gelora Dideklarasikan pada Oktober 2019

Riswandi (kiri) dan Surinto (kanan) ketika soft launching Partai Gelora di Banjarmasin, Minggu (8/9/2019). Foto: Zahidi/banjarhits.id
Dua orang bekas kader DPW Partai Keadilan Sejahtera Kalimantan Selatan, Riswandi dan Surinto, menginisiasi kelahiran Partai Gelombang Rakyat (Gelora ) Provinsi Kalimantan Selatan. Partai Gelora sebagai wadah baru bagi politikus untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.
ADVERTISEMENT
Menurut Riswandi, Partai Gelora akan dideklarasikan pada Oktober mendatang di Jakarta sebagai struktural pimpinan pusat. Setelah DPP Partai Gelora resmi terbentuk, selanjutnya pembentukan struktural ke daerah-daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan.
Untuk sementara, Riswandi bertindak sebagai juru bicara Partai Gelora Kalimantan Selatan. Riswandi membeberkan Partai Gelora Provinsi Kalsel lebih dulu soft launching pada Minggu, 8 September 2019. Soft launching ini akan dilanjutkan deklarasi pimpinan pusat Partai Geloran pada Oktober 2019.
"Hari ini kami soft launching partai politik baru, organisasi ini terbuka bagi seluruh anak bangsa dan Banua serta tidak ada hubungan dengan partai lain. Kemungkinan namanya Partai Gelora," ujar Riswandi kepada wartawan banjarhits.id saat soft opening Partai Gelora di Banjarmasin, Minggu (8/9).
ADVERTISEMENT
Ia membeberkan posisi pucuk pimpinan Partai Gelora masih menunggu jadwal deklarasi. Namun, Riswandi membocorkan sosok yang digadang menjadi pimpinan pusat Partai Gelora adalah Anis Mata dan Fahri Hamzah.
"Kalau di pusat ketuanya Anis Mata. Wakilnya nanti Fahri Hamzah," ungkapnya.
Disinggung soal keterkaitan dengan Partai Keadilan Sejahtera, Riswandi menyebut Partai Gelora terbuka bagi setiap Warga Negara Indonesia untuk berjuang lewat politik."Kita dengan PKS baik-baik saja, mereka orang baik. Jadi akan sangat baik hubungan kami dengan rumah lama," kata Riswandi.
Anggota DPRD Kalsel periode 2014-2019, ini memaparkan Partai Gelora nantinya berpihak pada kepentingan masyarakat karena bangsa Indonesia yang sangat besar, tidak bisa dibuat oleh satu kelompok saja.
Oleh karena itu, ia perlu kolaborasi dengan seluruh partai, seluruh kelompok agar bisa mewujudkan Indonesia masuk dalam lima besar bangsa terbesar di dunia. Riswandi juga kader Organisasi Masyarakat Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kalsel.
ADVERTISEMENT
Ia mengakui sebagian besar anggota Garbi ditarik ke dalam bagian dari pengurus Partai Gelora. Namun ia menjamin Ormas Garbi tetap berjalan mandiri, bukan sayap Partai Gelora.
"Perlu diketahui antara Garbi dan Partai Gelora tidak ada ikatan struktural, hanya ada ikatan pertemanan. Garbi organisasi umum, semua partai bisa, sedangkan rumah baru kami khusus satu, Partai Gelora saja," cetusnya.
Pihaknya akan mendeklarasikan secara resmi Partai Gelora Kalsel setelah ada keputusan dari pengurus pusat. Menurut dia, seremoni deklarasi Gelora Kalsel bukan hal sulit karena pengurus pusat dan daerah saling terintegrasi.
Riswandi pun sudah melaunching lebih dulu Partai Gelora di hadapan wartawan. Ia menargetkan 50 persen anggota Partai Gelora berasal dari golongan millineal.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, partai politik tentu pasang target untuk mencapai kekuasaan. "Tapi kekuasaan ini nanti untuk apa? Ya untuk kepentingan membesarkan bangsa dengan kekuatan millineal ini," tutupnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan