Konten Media Partner

Pemkot Banjarmasin Akan Revitalisasi Pasar Terapung Muara Kuin

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pemkot Banjarmasin Akan Revitalisasi Pasar Terapung Muara Kuin
zoom-in-whitePerbesar

Banjarhits.id, Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin akan memoles kembali keberadaan Pasar Terapung Muara Kuin di perairan Sungai Barito, Kecamatan Banjarmasin Utara. Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyatakan secara bertahap membenahi keberadaan Pasar Terapung Muara Kuin yang pamornya sudah meredup.

"Kami akan minta Dinas Pariwisata melakukan penanganan dan penataan objek wisata Pasar Terapung Muara Kuin. Karena ini yang paling tua, dulunya pasar terapung di sini," ujar Ibnu Sina kepada Banjarhits.id saat pencanangan Kampung KB-Kampung Baiman di Kelurahan Alalak Selatan, Banjarmasin Utara, Senin (25/6/2018).

Ibnu menilai destinasi wisata Pasar Terapung Muara Kuin sejatinya sangat menarik bila dipoles. Dari hasil dialog dengan Acil-acil di Pasar Terapung, Ibnu mengetahui ada 75 orang pedagang pasar terapung masih rutin beraktivitas di Muara Kuin. Ia memprediksi ada 100-an pedagang pasar terapung di Kota Banjarmasin.

"Harus dikoordinir, dibikin semacam organisasi atau paguyuban dulu, siapa saja orangnya jadi mudah kalau kita akan memberikan bantuan," ujar Ibnu Sina.

Pola semacam ini lebih dulu diaplikasikan ketika membuat Pasar Terapung di Siring Pierre Tendean. Melalui paguyuban, Pemkot Banjarmasin bisa masuk untuk perbaikan jukung atau kerjasama dengan dermaga siring Sungai Martapura di Jalan Pierre Tendean dan dermaga Patung Bekantan dalam menghidupkan kembali pasar terapung yang asli.

"Kami bisa arahkan pengunjung atau turis-turis masuk ke objek wisata pasar terapung yang asli (Muara Kuin)," ujar Ibnu.

Pasar Terapung di Siring Tendean yang terletak di pusat kota sejatinya pasar terapung buatan yang eksis sebagai objek wisata baru sejak lima tahun terakhir. Di sisi lain, Pasar Terapung Muara Kuin yang sudah nongol sejak Kerajaan Banjar di Kuin pada ratusan tahun silam, justru makin tenggelam karena perubahan zaman. Padahal, Pasar Terapung Muara Kuin lebih punya sentuhan heritage ketimbang Pasar Terapung di Siring Pierre Tendean.

Pamor Pasar Terapung Kuin di Kota Banjarmasin memang sudah menurun. Keberadaannya digantikan Pasar Terapung Siring Pierre Tendean di pusat Kota Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar. Toh, sebagian pelancong masih berminat mengunjungi Pasar Terapung Kuin di perairan Sungai Barito ketika libur Lebaran Idulfitri 1439 Hijriah.

Seorang masyarakat setempat, Raihan mengatakan pengunjung wisata Pasar Terapung Kuin di hari libur mengalami peningkatan daripada hari-hari biasa. Tapi, para penjual atau Acil Jukung— sebutan untuk wanita penjual di atas perahu jukung— hanya berjumlah 4-5 orang.

"Minat jualan disini sedikit, karena para penjual atau Acil Jukung yang dipasar kuin sudah pindah di Siring Pierre Tendean dan Pasar Terapung Lok Baintan," ucap Raihan kepada banjarhits.id, Rabu (20/6/2018).

Menurut Raihan, pengunjung biasanya tiba pada pukul 05.00-08.00 WITA. Bahkan pada hari Minggu bisa sampai pukul 10.00 WITA. Ia berkata, Pemkot Banjarmasin tidak lagi memperhatikan Pasar Terapung Kuin karena ada pasar terapung buatan di pusat kota yang lebih strategis. "Sekarangtidak ada lagi pemerintah datang kesini," ujarnya.

Ia bercerita sempat memiliki sebuah perahu untuk mengangkut wisatawan ke Pulau Kembang—pulau konservasi kera di tengah perairan Sungai Barito— ketika pamor Pasar Terapung Kuin masih menjulang pada periode 2003-2012. Namun, ia menjual perahu klotok itu seiring makin redupnya pamor Pasar Terapung Muara Kuin. (Yudi Yusmili | Robby)