Konten Media Partner

Program KPR DP 1 Persen BPJS Kalsel Sepi Peminat

banjarhits

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Program KPR DP 1 Persen BPJS Kalsel Sepi Peminat
zoom-in-whitePerbesar

Banjarhits.id, Banjarmasin - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kalsel sudah menyiapkan fasilitas uang muka atau down payment (DP) 1 persen untuk kredit kepemilikan rumah (KPR). Tapi animo pekerja memiliki rumah sendiri lewat program ini sangat minim. Di Kalsel, pekerja yang memanfaatkan layanan KPR DP 1 persen tercatat masih tiga orang pada periode Januari-awal Mei 2018.

“Di Kalsel hanya tercatat tiga pekerja yang mengambil KPR BPJS sampai awal Mei 2018, mungkin tenaga kerja belum mengetahui adanya program ini,” kata Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaaan Kalsel, Dian Riza di Banjarmasin, Rabu (23/54).

Kata Dian, realisasi DP 1 persen di kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih rendah karena belum banyak diketahui pekerja. Padahal, alokasi dana bantuan KPR itu dialokasikan Rp 5 triliun pada 2018. BPJS optimis pekerja merespons positif program kepemilikian rumah. Ia menargetkan 40 unit rumah bisa tersalurkan pada 2018.

Saat ini jumlah pekerja aktif di Kalsel yang masuk program BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 1.534 ribu tenaga kerja aktif. Dari angka itu, Riza berharap 25 persen tenaga kerja memiliki rumah sendiri.

Program juga terbuka untuk pekerja non-MBR (masyarakat berpendapatan rendah), dengan plafon KPR maksimal Rp 500 juta. Riza mengalokasikan Rp 5 triliun, tapi untuk plafon pinjaman KPR maksimal Rp 500 juta untuk non-MBR. Adapun plafon MBR mengacu regulasi masing-masing provinsi kurang lebih Rp 130 juta.

Program ini merupakan salah satu Manfaat Layanan Tambahan (MLT) yang diatur dalam Permenaker No 35 tahun 2016, agar dapat meningkatkan kesejahteraan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Syaratnya pekerja telah menjadi peserta aktif minimal 1 tahun.

Bagi peserta BPJS yang ingin memiliki rumah, fasilitas yang diberikan meliputi pinjaman uang muka perumahan (PUMP), pembiayaan perumahan atau KPR hingga pembiayaan renovasi perumahan (PRP).

Prosedur pinjaman dimulai dari peserta mengajukan fasilitas KPR, PUMP atau PRP ke Bank BTN, dengan menyertakan copy bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian, bank melakukan verifikasi dan BI checking.

Setelah melewati verifikasi awal, bank melanjutkan permohonan kredit ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk verifikasi kepesertaan. Kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan akan mengirim formulir persetujuan kepada bank kerja sama untuk diproses atau ditolak, sesuai hasil verifikasi kepesertaan. (Anang Fadhilah) Foto: Pixabay