Protes Kabut Asap, 500 Mahasiswa Demo Kantor Gubernur Kalsel

Aksi demontrasi 500-an mahasiswa-mahasiswi lintas kampus akan mendatangi kantor Sekretariat Daerah Pemprov Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru pada Selasa (24/9/2019).
Massa berunjuk rasa untuk merespons bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalsel. Aksi mengusung tajuk 'Karhutla Merajarela, Rakyat Menderita'.
Koorlap unjuk rasa, Hasan Asri, berkata sudah ada tujuh kampus di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, yang bersepakat turun aksi jalanan di perkantoran Pemprov Kalsel.
Dalam aksi ini, massa mahasiswa ingin menuntut pemerintah daerah lebih serius mengatasi persoalan karhutla di Kalsel. Bukan tanpa alasan, bencana kabut asap ibarat menjadi event tahunan yang menghantam Banua.
"Kami menuntut pemerintah pusat dan daerah agar melakukan pengawasan berkala serta pencegahan kebakaran lahan gambut atau lahan yang rentan terbakar. Agar karhutla tidak jadi event tahunan," tegas Asri kepada wartawan banjarhits.id, Senin malam (23/9/2019).
Ditambahkan dia, aksi ini untuk mengingatkan janji Presiden Jokowi ihwal pencopotan aparat penegak hukum yang tak becus menangani karhutla. Sebelumnya, Jokowi sempat melontarkan ancaman pencopotan bagi Kapolda, Pangdam, hingga Danrem yang gagal mengatasi karhutla.
Hasan berharap aksi unjuk rasa bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa-mahasiswi dari lintas kampus. Sebab, persoalan karhutla merupakan hal genting yang harus disuarakan banyak pihak.
"Kami berharap mahasiswa tidak melulu belajar di kelas. Tapi juga turun ke jalan menunaikan hajat masyarakat," kata Hasan Asri.
Ada lima poin tuntun mahasiswa terhadap pemerintah dalam penanggulangan karhutla di Kalsel:
MENUNTUT PEMERINTAH DAERAH BERTINDAK SERIUS DALAM MENANGGULANGI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN YANG TERJADI DI KALSEL.
MENUNTUT PEMERINTAH DAERAH DAN PUSAT MELAKUKAN PENGEWASAN SECARA BERKALA SERTA PENCEGAHAN KEBAKARAN TERHADAP LAHAN GAMBUT ATAU LAHAN YANG RENTAN TERBAKAR AGAR KARHUTLA TIDAK JADI EVENT TAHUNAN.
MENUNTUT PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENYEDIAKAN TENAGA MEDIS SERTA OBAT-OBATAN DI DAERAH YANG TERKENA DAMPAK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN SERTA MELAKUKAN PEMERIKASAAN KESEHATAN SECARA BERKALA MENGENAI PENYAKIT YANG DATANG DARI AKIBAT PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN YANG ADA DI KALSEL.
MENUNTUT PRESIDEN JOKOWI MENUNAIKAN JANJINYA INGIN MENCOPOT PANGDAM, KAPOLDA HINGGA DANREM YANG TIDAK BECUS ATASI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN.
TINDAK TEGAS DAN USUT TUNTAS PARA PELAKU PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN SESUAI UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU.
