Konten Media Partner

Protokoler Presiden Tetap Dipakai Saat Haul Guru Sekumpul

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Protokoler Presiden Tetap Dipakai Saat Haul Guru Sekumpul
zoom-in-whitePerbesar

Banjarhits.id, Banjarbaru- Komandan Korem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya memimpin langsung gelar pasukan akhir sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo ketika puncak peringatan haul ke-13 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau disapa Guru Sekumpul, Minggu (25/3). Yudianto memastikan kehadiran Presiden Joko Widodo mesti mengikuti prosedur tetap protokoler pengamanan tamu VVIP ketika haul ke-13 Guru Sekumpul.

Namun, kata dia, pengamanan protokoler dibuat fleksibel supaya tidak mengganggu jemaah lain yang menghadiri haul Guru Sekumpul. Pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak keluarga almarhum Guru Sekumpul.

“Intinya tidak mengganggu jemaah lain. Kami prediksi 1,3 - 1,5 juta jemaah akan hadir,” kata Kolonel Yudianto Putrajaya selepas gelar pasukan di lapangan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Sabtu (24/3/2018).

Selain itu, ia mengimbau aparat keamanan harus menyatu dan bersinergi dengan rakyat saat pengamanan haul dan Presiden Jokowi. Yudianto berharap momentum ini untuk meneguhkan soliditas di antara tiga matra TNI dan Polri. Ia juga mengingatkan petugas gabungan harus serius mengamankan rangkaian haul dan kunjungan kerja Presiden Jokowi.

“Jangan ada yang arogan. Rakyat adalah saudara kita, jangan sakiti rakyat. Saya tidak ingin ada pasukan yang tidak serius, satu sakit, semua harus sakit. Kami harus maksimal menjaga VVIP,” kata Yudianto, seraya menambahkan pasukan di lapangan harus segera melaporkan secara hierarki ke komandan di atasnya bila menemukan persoalan.

Yudianto sudah melakukan inspeksi pengamanan ke sejumlah titik, terutama pusat kegiatan di Musala Ar Raudah, Jalan Sekumpul. Ia berharap pelaksaan haul dan kunjungan Presiden Jokowi berjalan lancar sesuai skenario.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar Abdul Basith, mengatakan sudah menyiapkan 231 kantung parkir di Kota Martapura. Ia mengimbau jemaah tidak parkir sembarang di badan jalan protokol yang berpotensi menggangu lalu lintas. Kalaupun sulit mencari lahan parkir, Basith menyarankan jemaah meminta bantuan petugas dan relawan yang tersebar di 98 titik pengamanan.

“Jemaah diberi kartu parkir, jangan sampai hilang kartu parkirnya karena itu menunjukkan lokasi parkir kalau kebingungan. Mobil yang parkir sembarangan akan diderek ke kantor Pemkab Banjar,” kata Basith. (Diananta)