Pulau Matasirih Punya 13 Titik Rawan Bencana Longsor

Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, tergolong daerah rawan bencana setelah longsor dan banjir bandang menerjang dua desa: Teluk Sungai dan Labuan Barat. Bencana alam ini mengakibatkan dua orang tewas, puluhan rumah rusak, dan 500-an jiwa mengungsi.
Bercokol di tengah Laut Jawa, Pulau Matasirih dideteksi punya 13 titik rawan bencana tanah longsor. Maklum, secara geografis, pulau ini dipenuhi bukit-bukit sehingga rawan longsoran. Untuk sampai ke Pulau Matasirih, perlu waktu paling cepat 18 jam dari pusat Kotabaru membelah perairan Laut Jawa.
Kepala BPBD Kabupaten Kotabaru, Rusian Ahmadi Jaya, berkata kontur tanah di Pulau Matasirih punya kemiringan yang berbukit-bukit. Pihaknya sudah mendatangi lokasi bencana dan menyimpulkan ada 13 titik rawan tanah longsor.
“Bagi masyarakat yang bermukim di sekitaran pesisir Pulau Matasirih maka sangat berbahaya. Apalagi mereka mendirikan bangunan rumah tepat berada di bawah kemiringan bukit di sana,” ungkap H Rusian Ahmadi Jaya kepada wartawan banjarhits.id, Kamis 2 Mei 2019.
Menurut dia, kondisi tanah labil dan berbahaya karena lapisan tanah dipenuhi batuan mudah pecah. Kontur tanah semacam itu memicu bencana longsor. Itu sebabnya, Jaya bakal menetapkan Matasirih sebagai pulau rawan bencana.
Jaya berkata Bupati Kotabaru Sayed Jafar sudah meninjau ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan dan mengecek lokasi relokasi warga.
“Ada perencanaan melakukan relokasi permukiman penduduk di dekat pelabuhan yang belum selesai dibangun, terlihat hanya di kawasan itu lebih aman,” Jaya melanjutkan.
Pihaknya dan instansi teknis lain segera melaksanakan rapat koordinasi membahas relokasi warga ini. Ia menuturkan lokasi baru tersebut layak dijadikan permukiman karena tidak dibawah bukit.
“Kami khawatir, kalau tidak segera direlokasi maka bisa saja terjadi lagi peristiwa serupa dan kembali memakan korban jiwa. Yang jelas, Pemerintah Kotabaru segera melakukan hal itu untuk kepentingan bersama dan warga disana merasa aman,” tandasnya.
