Selamatkan Bekantan, KPH Tanah Laut Bentuk KEE Pagatan-Panjaratan

KPH Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan makin serius membentuk Forum Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) sebagai upaya penyelamatan satwa bekantan. Menurut pelaksana tugas Kepala KPH Tanah Laut, I Gede Arya Subakti, rencana pembentukan ini diawali rapat koordinasi melibatkan lintas intansi.
Instansi yang terlibat seperti Kementerian LHK, Dishut Provinsi Kalsel, Bapeda Tanah Laut, Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, Dinas Pertanian Hortikultura Kabupaten Tanah Laut, KPH Tanah Laut, Camat Pelaihari, Kades Pagatan Besar, Kades Panjaratan, Kelompok Gerakan Hijau Peduli Bekantan (Gahipta), dan Walhi Kalsel.
Selain itu, pihaknya menghadirkan narasumber Putri, Kasi PPEE Kemen LHK, dan Jarot dari BKSDA Banjarbaru. “Bekantan (Nasalis Larvartus) merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan yang hampir punah, karena drastisnya penurunan jumlah spesies. Karena itu harus ada kebijakan strategis untuk menyelamatkan. Salah satunya melalui KEE ini,” kata I Gede Arya Subakti lewat siaran pers ke banjarhits.id, Rabu 8 Mei 2019.
Ia berkata populasi bekantan terpantau hidup di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari; Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, dan Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Monyet berhidung panjang ini memakan buah-buahan, biji-bijian, serta daun – daunan.
KEE melalui beberapa tahapan, seperti identifikasi atau inventarisasi (pengumpulan data), pembentukan forum kolaborasi (kerja sama), delineasi (penggambaran garis dan lambang pada peta), pengusulan dan penetapan KEE.
“Wilayah Tanah Laut yang sudah dilakukan identifikasi oleh BKSDA Kalsel adalah Desa Pagatan Besar dan Desa Panjaratan, seluas 104,6 hektare. Diukur berdasarkan hasil delinasi peta yang ada,” paparnya.
Di kawasan itu, selain Bekantan juga terdapat beberapa jenis hewan lain, seperti buaya, biawak, dan kadal. Ada 12 jenis ikan, lima mamalia, primata seperti bekantan, lutung, dan monyet. Namun, Gede menghadapi kendala pembentukan KEE karena kawasan hutan masuk HGU PT Kintap Jaya Watindo.
KJW bergerak dalam perkebunan kelapa sawit. PT KJW diminta untuk ikut serta dalam pengelolaan KEE di wilayah dua desa tersebut. Perusahaan harus memberikan informasi atau memberitahukan kawasan yang belum dikelola mereka.
Pembentukan KEE ini mendapat dukungan penuh dari Bappeda Tanah Laut. Rencananya, instansi pemerintah daerah akan menggelar seminar nasional dengan mengundang perguruan tinggi, LSM, dan beberapa negara seperti Jerman, Australia, dan Finlandia.
I Gede Arya Subakti berharap KEE Pagatan Besar - Panjaratan sudah resmi terbentuk sebelum hari jadi Kabupaten Tanah Laut. Sehingga, pelestarian dan penyelamatan Bekantan di kawasan tersebut bisa dilakukan secara maksimal. (Adv)
