Konten Media Partner

Tajir, Pedagang Pentol Pakai Motor Sport Kawasaki 250 CC

banjarhits

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Heru Kusianto, pedagang pentol berkuah pakai sepeda motor spor Kawasai 250 CC yang mangkal di Taman Murjani, Kota Banjarbaru pada Selasa, 12 Agustus 2019. Foto: M Rahim/banjarhits.id
zoom-in-whitePerbesar
Heru Kusianto, pedagang pentol berkuah pakai sepeda motor spor Kawasai 250 CC yang mangkal di Taman Murjani, Kota Banjarbaru pada Selasa, 12 Agustus 2019. Foto: M Rahim/banjarhits.id

Heru Kusianto (41) boleh dibilang penjual pentol yang tajir. Ali-alih pakai sepeda ontel atau motor bebek, Heru malah memakai motor gede sport merek Kawasaki Ninja 250 CC untuk menjajakan pentol berkuah.

Ia sering mangkal di Taman Murjani, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Agar tampilan lebih kece badai, Heru Kusianto melengkapi diri pakai wearpack berupa kaos dan sepatu balap setiap malam Minggu. Alhasil, Heru menjelma jadi pedagang pentol layaknya pebalap motor sport.

Namun ketika ditemui banjarhits.id hari ini, Heru memakai kaos dilapisi kemeja merah, dan celana panjang jins yang sobek-sobek. Menurut Heru, motor sport berkelir oranye itu membawa banyak rezeki. Pasalnya, kata dia, orang banyak yang penasaran dan menjadi pusat perhatian ketika tengah menjaja pentolnya ala pembalap.

"Modal beli moge ini seharga Rp 65 Juta mas. Alasannya hobi dan keluarga. Awalnya sempat malu juga tapi harus bagaimana lagi. Ada kewajiban menafkahi isteri dan satu anak, sedangkan moge ini sudah bagian dari hidup saya," kata Heru saat ditemui banjarhits.id pada Selasa (13/8/2019) sore.

Heru menetap di kawasan Jalan RO Ulin, Gang Saftawarga, Kecamatan Loktabat, Kota Banjarbaru. Ia sudah melakoni jualan pentol sejak setahun terakhir. Menurut dia, selama halal, tidak ada perlu malu dan mengajarkan usaha melalui hobi juga dapat menjanjikan buat kehidupannya.

Heru mulai berjualan ketika sore pukul 17.00 wita hingga 04.00 wita. "Memang langganan saya itu malam mas, anak muda semua. Pelanggan saya ada satu, setiap beli keluar uang Rp 30-50 Ribu," Heru berkata.

Ia bersyukur selama jualan malam hari tidak pernah mendapati hal-hal negatif. Adapun ketika pagi hari, Heru punya puluhan langganan di beberapa titik wilayah dekat rumahnya.

Heru berjualan pentol bakso pakai motor sport Kawasaki 250 CC di Taman Murjani, Kota Banjarbaru. Foto: M Rahim/banjarhits.id

Lantaran hobi motor sport, ia menamai dagangannya: Pentol Balap Shefya 888. Kata ‘Shefya’ terinspirasi dari mantan pacar Heru. Ia pernah ditinggal menikah Shefya. Padahal, Heru mengaku sempat tunangan bersama Shefya.

“Sudah jalan lima tahun pacaran. Eh dia malah meninggalkan saya nikah dengan pria kaya bermobil," kata Heru. Toh, ia tak mudah melupakah kenangan bersama Shefya.

Adapun angka 888 sebagai simbol hokinya saat pertama kali ke Kalimantan Selatan. Ia menemukan kartu handphone bersejarah dengan nomor triple delapan di jalanan. Kata dia, nomor ini dahulu membawa keberuntungan banyak dari pekerjaan dan relasinya.

Ihwal omzet penjualan pentol balap ini berkisar Rp 1,3 juta selama dua hari. Ia modal bahan baku Rp 500 ribu. Alhasil, keuntungan bersihnya rata-rata Rp 800 ribu setiap dua hari sekali.

"Tapi rata-rata Rp 300-450 ribu sehari, namun saya pernah memperoleh rezeki Rp 50 ribu selama seharian mas," cerita dia.

Kalau lagi beruntung, Heru pernah meraup duit Rp 1 juta dalam semalam.

“Hari itu beruntung, setelah beberapa jam dari jelang sore ke magrib. Jualan saya ludes, bahannya diganti baru dan beruntung ada stok di rumah mas, kemudian dijual kembali hingga akhirnya mendapatkan rezeki segitu," pungkasnya.

Heru mengusung merek dagang Pentol Balap Shefya 888. Foto: M Rahim/banjarhits.id