Konten Media Partner

Tenun Sarigading Asal Hulu Sungai Utara Terancam Punah

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tenun Sarigading Asal Hulu Sungai Utara Terancam Punah
zoom-in-whitePerbesar

Banjarhits.id, Banjarmasin - Pemerhati dan peneliti kain lokal di Pulau Kalimantan, Sri Hidayah, mengatakan kerajinan tenun Sarigading asal Desa Tabukan, Kecamatan Alabio, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, kini di ambang punah setelah ketiadaan regenarasi perajin. Berdasarkan penelusuran tiga bulan lalu, Sri menemukan perajin tenun Sarigading cuma menyisakan tujuh orang yang sudah lanjut usia.

Sri mengatakan Pemerintah Kabupaten HSU seolah tidak ada terobosan antisipasi menyelamatkan tenun Sarigading dari kepunahan. Padahal, kata dia, kerajinan tenun asal Pulau Kalimantan hanya tersisa di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu dan Alabio, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Keduanya sama-sama di Kalimantan Selatan. Ia khawatir tenun Sarigading seperti nasib buruk tenun Dayak Ngaju yang sudah punah akibat ketiadaan regenerasi.

“Saya enggak tahu kenapa Amuntai (ibu kota Kabupaten HSU dan pusat pemerintahan HSU), diam saja. Kan (tenun Sarigading) bisa dimanfaatkan sebagai produk unggulan,” kata Sri Hidayah yang ditemui di stand tenun Pagatan saat pameran UMKM di kantor Dekranasda Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin Rabu (28/3/2018).

Selain itu, ia berasumsi perajin tenun Sarigading membuat kain sebatas untuk pengobatan tradisional, bukan tujuan komersial yang mendatangkan keuntungan. Alhasil, perajin baru menenun kain ketika ada pesanan pengobatan, seperti meredam sakit demam dan selepas kelahiran. Sri mengimbau Pemkab HSU semestinya menggencarkan pembinaan terhadap perajin tenun Sarigading.

Sebab, ia mengakui Pemkab HSU condong berfokus mengangkat produk kerajinan purun dan industri logam skala kecil. Padahal, Sri mengingatkan, tenun Sarigading punya kemiripan motif dengan kain asli Badui. Sisi lainnya, kata dia, tenun Sarigading dibuat tanpa proses pengikatan dan hasilnya cenderung polos.

Adapun perajin tenun Pagatan terdata sebanyak 98 orang yang berpusat di Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. “Di Kalimantan, kain tenun hanya tinggal dua saja, Sarigading dan Pagatan. Pengerjaan tenun Sarigading cukup dua minggu, kalau tenun Pagatan bisa sampai satu bulan,” ucap kandidat Doktor Sosiologi FISIP Universitas Airlangga Surabaya itu. (Diananta)