Terganjal Instalasi Listrik dan Air, Jalur Satu Arah Ditunda

Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin menunda penerapan sistem satu arah di Jalan Cemara dan Adhyaksa karena kendala teknis di lapangan. Dishub semula menerapkan satu arah mulai 24 Februari, setelah penutupan arus lalu lintas di Jembatan Alalak (Kayu Tangi Ujung).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik, mengatakan ada beberapa kendala teknis yang memaksa penundaan penutupan arus lalu lintas di Jembatan Alalak I dan sistem satu arah di Jalan Adhyaksa dan Cemara.
"Sampai saat ini pihak Dinas Perhubungan masih belum bisa menerapkan sistem satu arah akibat belum ditutupnya arus lalin jembatan Alalak I karena terkendala teknis," ucap Ichwan ketika dikontak wartawan banjarhits.id, Zahidi, Senin (25/2).
Namun, Ichwan tidak tahu detail kendala teknisnya karena bukan kewenangan dishub, melainkan Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XI.
Pejabat Pembuat Komitmen Jembatan Alalak I BBPJN XI, Andika berkata kontraktor menemui kendala teknis instalasi PLN, PDAM, dan Telkom yang masih terpasang kokoh di kawasan proyek renovasi Jembatan Alalak I.
"Rencana penutupan Jembatan Alalak 1 tertunda karena belum tuntasnya relokasi utilitas PLN, PDAM Bandarmasih, dan Telkom. Kami sudah memberi batas waktu sampai tanggal 23 Februari, namun belum ada progres signifikan di lapangan," terang Andika.
Pihaknya sudah rapat koordinasi bersama TP4D yang terdiri dari Kejati, kepolisian, dishub, dan instansi teknis pada Jumat pekan lalu. Hasil pertemuan diputuskan apabila dalam akhir bulan belum juga tuntas direlokasi, maka tim TP4D dan kepolisian siap bantu memediasinya.
"Mudah-mudahan relokasi instalasi yang menjadi kendala ini selesai akhir bulan sehingga kita bisa melakukan penutupan arus lalu lintas di jembatan Alalak I pada awal bulan Maret mendatang," katanya.
