Warung Apung Klotok Kuliner Banjar ala Amang Awi

banjarhits.id, Banjarmasin – Sebuah klotok bersalin fungsi ketika sandar di dermaga siring Jalan Pierre Tendean, Kota Banjarmasin. Sedikit tertutup terpal, klotok--perahu bermesin tempel di buritan-- yang berubah sebagai warung makanan terapung itu dipenuhi panci berisi penganan khas Banjar.
Mengangkat identitas cita rasa khas Banjarmasin, Amang Awi menyediakan tiga pilihan menu makanan di warung terapungnya: Soto Banjar, Nasi Sop Khas Banjar, dang ado--gado khas Banjarmasin. Sejak tahun 2015, Amang Awi menjajakan kuliner memakai klotok ketika bersandar di kawasan wisata itu.
Amang Awi beserta 4 orang anggota keluarganya bergantian keluar-masuk untuk menjaga jualan dan tidak pernah tutup. Ia sengaja tidak ada hari libur karena khawatir membuat kecewa pelanggan dari jauh yang datang ke warungnya.
"Dan kesempatan yang akan datang membuat mereka berfikir untuk tidak datang ke tempat kami," ucap Amang Awi kepada banjarhits.id, Sabtu (18/8/2018).
Dengan menawarkan harga Rp 10 ribu per porsi, dagangan Amang Awi laris manis setiap harinya. Pelangganya dari kalangan muda dan tua yang rutin menghampiri sebuah kelotok kecil tersebut.
Omset penjualan setiap harinya kadang tak menentu. Kalaupun dirata-rata, ia mengaku meraup omset mencapai Rp 1 juta per hari. "Berbeda untuk hari Sabtu dan Minggu, kami dapat mengantongi uang sekitar Rp 4-Rp 5 juta seharinya, yang berarti 400 sampai 500 porsi laku terjual pada akhir pekan,” ungkapnya.
Amang Awi mengklaim pelanggan kerap merasakan cita rasa berbeda dengan warung makan lainnya yang lebih modern. Menurut dia, gado-gado Banjar paling memiliki cita rasa khas. Awi mempertahankan bumbu racikan gado-gado khas Banjar, seperti tanpa tahu dan tempe. Sebab, kata dia, campuran tahu dan tempe justru membuat berasa pecel ketimbang gado-gado.
“Sambal gado-gado murni dari kacang dan gula merah saja, tanpa campuran yang lain. Ini yang kami namakan khas Banjarmasin, karena sejak dulu Orang Banjar membuat gado gado seperti ini," ucap Amang Awi.
Sari, seorang pengunjung kuliner Amang Awi mengataan rasa masakan di warung makan klotok khas seperti masakan orang Banjar. Menurut Sari, kuliner racikan Amang Awi ocok untuk semua kalangan warga Banjarmasin yang ingin menikmati makanan khas Banjar.
"Rasanya enak dan harganya murah cocok untuk kantong semua kalangan. Saya sering makan di sini karena cocok dengan selera lidah, bahkan dalam seminggu bisa hampir ke sini,” ujarnya. (Zahidi)
