kumparan
7 Mar 2019 13:38 WIB

Binte Biluhuta, Makanan Khas Gorontalo

Makanan khas Gorontalo Binte Biluhuta di warung Wilan Pakaya, Kota Gorontalo. Foto : Tomy Pramono
BANTHAYO.ID - “Hujan adalah waktu yang tepat untuk menikmatinya. Bisa sebagai penghangat tubuh dari dinginnya cuaca," kata Cindy Meystika Anako, salah satu mahasiswi yang menggemari binte biluhuta.
ADVERTISEMENT
Binte biluhuta adalah makanan khas daerah Gorontalo yang berbahan dasar jagung. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 2016 telah menetapkan Binte Biluhuta sebagai warisan budaya tak benda dengan nomor registrasi 201600426.
Secara harfiah, binte adalah jagung dan biluhuta berarti disiram. Jika digabung menjadi milu siram. Di Gorontalo, milu siram dijual mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 5000 per porsi.
Berdasarkan penuturan Mansoer Pateda, dalam kompilasi buku Jejak Kuliner Indonesia (2010), milu siram sudah ada sejak pertikaian raja-raja pada abad ke-15.
Memiliki makna filosofis, yakni saat jagung dipipil ia dimaknai sebagai suatu ketercerai-beraian. Ketika dicampur dengan rempah-rempah yang menghasilkan milu siram yang lezat, dimaknai sebagai pemersatu raja-raja yang bertengkar.
ADVERTISEMENT
Menurut Wilan Pakaya, salah satu penjual binte biluhuta di Kota Gorontalo, membuat makanan itu sangat mudah. Cukup menyiapkan jagung muda, ikan cakalang, parutan kelapa, daun bawang, dan terong.
“Bawang goreng dan daun kemangi disertakan sebagai pelengkap sajian untuk milu siram,” ungkapnya.
---
Reporter : Renal Husa
Editor : Febriandy Abidin
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan