Konten Media Partner

Foto: Seorang Nenek Penjual Rempah 48 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot

banthayo.idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rohana Tenia penjual rempah-rempah asal Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo. Minggu, (16/10). Foto: Dok banthayo
zoom-in-whitePerbesar
Rohana Tenia penjual rempah-rempah asal Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo. Minggu, (16/10). Foto: Dok banthayo

Gorontalo-Rohana Tenia dan Ibrahim Isima hanya bisa menikmati masa tuanya di sebuah gubuk reyot. Keduanya terpaksa menempati rumah yang sangat sederhana sekali selama 48 tahun.

Nenek Rohana memasak menggunakan tungku tradisional. Foto: Dok banthayo
zoom-in-whitePerbesar
Nenek Rohana memasak menggunakan tungku tradisional. Foto: Dok banthayo

Pasangan lansia yang tinggal di sebuah dusun di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo ini tinggal di hunian yang dibuat dari batang kayu dan bambu.

"Sudah 48 tahun kami tinggal di sini,” kata Rohana. Minggu (16/10).

Saat memasak nasi Nenek Rohana harus ekstra hati-hati agar terhindar dari kebakaran. Foto: Dok banthayo

Meski menderita, pasangan ini tak pernah mengeluh lantaran hidup dalam himpitan ekonomi. Namun Rohana tetap memimpikan hidup di rumah layak huni seperti warga lain.

Usai memasak Nenek Rohana melanjutkan pekerjaan membersihkan rempah-rempah yang akan dijual di pasar. Foto: Dok banthayo

Pasangan lansia ini mengatakan keinginan memperbaiki rumahnya sangat besar, namun terbentur kondisi ekonomi. Sehingga pasangan ini hanya memendam impian mereka itu dalam sebuah asa.

Dinding rumah Nenek Rohana banyak yang sudah bolong. Foto: Dok banthayo

"Jangankan bangun rumah, untuk makan setiap hari susah," tutur Rohana.

Foto udara rumah Nenek Rohana yang ditutup terpal bekas. Foto: Dok banthayo

Terkadang, keluarga miskin ini mendapatkan makanan yang di antar oleh tetangga dan anak-anaknya yang tinggal di sekitar rumah mereka.

Nenek Rohana tersenyum saat didatangi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Goronalo Haris Suparto Tome. Foto: Dok banthayo

Prinsip suami istri ini tetap tegar. Meski perut keroncongan, mereka pantang mengemis.

"Saya berjualan rempah, suami saya bekerja serabutan," imbuhnya.

Keluarga miskin dengan ramah menyambut siapa saja yang bertamu ke rumah mereka. Foto: Dok banthayo

Nenek Rohana bercerita, saat memiliki waktu luang, dia bekerja membantu suaminya membuat sapu lidi. Hasilnya dikumpulkan untuk keperluan sehari-hari termasuk biaya sekolah cucunya.

Rumah Nenek Rohana tampak dari depan. Foto: Dok banthayo

"Saya sudah tua tidak bisa bekerja keras, hanya berjulan rempah-rempah dan membuat sapu lidi," ucap Rohana.

Nenek Rohana saat menanti kendaraan menuju pasar tempat ia berjualan. Foto: Dok banthayo

Kondisi fisik suami istri ini semakin lemah hingga tidak ada lagi warga yang memintanya bekerja.

"Karena sudah tua, jadi sudah jarang yang menyuruh bekerja," katanya.

Setiap Kamis Nenek Rohana berjualan di salah satu pasar di pusat kecamatan. Foto: Dok banthayo

Pasangan kakek nenek ini sebenarnya memiliki beberapa anak. Tetapi semuanya sudah menikah. Dan anaknya juga hidup dalam kesulitan. Hal itu membuat sang anak tidak mampu membantu orang tua.

Hasil dari menjual rempah-rempah ia gunakan untuk biaya hidup selama sepekan. Foto: Dok banthayo

Jika musim hujan, gubuk tersebut pasti dimasuki air karena atap sudah bocor. Lantai rumahnya juga hanya terbuat dari bambu belah dan berdinding anyaman bambu yang sudah bolong, pungkas Rohana.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo (tengah) didampingi Kadis Perkim Kabupaten Gorontalo Haris Suparto Tome mengunjungi rumah Nenek Rohana. Foto: Dok banthayo

Berkat doa, ketegaran dan kesabaran mereka, impian keluarga miskin ini akhirnya terkabul. Keluarga Ibrahim Isima dan Rohana Tenia masuk dalam daftar penerima bantuan melalui program bantuan rumah dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gorontalo. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2022.

Kadis Perkim Kabupaten Gorontalo Haris Suparto Tome membungkuk, karena salut dengan kegigihan dan semangat Nenek Rohana. Foto: Dok banthayo

“Keluarga miskin itu sudah masuk daftar penerima bantuan rumah,” tegas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gorontalo, Haris Suparto Tome.