Konten Media Partner

Jembatan Gantung Bone Bolango Rencana Diperbaiki Dengan Dana Rp 1,2 Miliar

banthayo.idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi terkini jembatan gantung di Bone bolango pasca ambruk akibat abrasi. Senin, (13/7). Foto: dok banthayoid (Wawan Akuba)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi terkini jembatan gantung di Bone bolango pasca ambruk akibat abrasi. Senin, (13/7). Foto: dok banthayoid (Wawan Akuba)

GORONTALO - Musim hujan dalam sebulan terakhir ini, rupanya membawa petaka untuk sejumlah wilayah di Gorontalo. Banjir yang disebabkan oleh hujan deras, merusak sejumlah fasilitas publik. Di Kabupaten Bone Bolango misalnya, sedikitnya sudah ada tiga jembatan yang ambruk. Terakhir kemarin, pada Minggu sore (12/7). Jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Tapa itu, ambruk. Pondasi tiang pancang dari jembatan bercat kuning itu, tak mampu menopang beban jembatan kala pijakannya jatuh karena abrasi.

embed from external kumparan

Sebetulnya, jembatan ini tidaklah begitu vital keberadaanya. Karena masyarakat di dua desa yang dihubungkan oleh jembatan ini; Desa Bandungan dan Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa, Bone Bolango, memiliki sejumlah jalan alternatif. Tidak jauh, hanya perlu mengintari beberapa kilometer saja.

“(putusnya jembatan itu) tidak terlalu menganggu (akses antar desa) karena ada akses baru dari jembatan GOR(Gorontalo Outer Ringroad),” kata Camat Tapa, Achril Babyonggo saat ditemui di lokasi, Senin (13/7).

Meski begitu, jembatan ini rupanya sudah direncanakan untuk dibangun kembali. Kata Achril, masyarakat juga sudah memintanya untuk merenovasi jembatan tersebut. Pasalnya, jembatan sepanjang 53 meter itu hanya memiliki lebar sekitar 1,5 meter. Sehingga hanya bisa untuk akses jalan kaki dan sepeda motor.

Kondisi terkini jembatan gantung di Bone bolango pasca ambruk akibat abrasi. Foto: dok banthayoid (Wawan Akuba)

Masyarakat menurut Achril, meminta agar jembatan itu direnovasi supaya bisa dilewati mobil. Agar memudahkan mobil mengangkut bahan dagangannya ke pasar. “Ini juga kami sudah bincang-bincang dengan masyarakat, harapannya segera diperbaiki. Tempat ini diperlebar agar mobil bisa masuk,” katanya.

Sehingga kata Achril, tahun depan itu sudah direncanakan untuk direnovasi dengan anggaran 1,2 miliar rupiah. Sebenarnya katanya,”tahun ini jembatan itu dikerjakan, namun karena ada kendala COVID-19, jadi diundur,” ujarnya.

embed from external kumparan

Katanya lagi, kemungkinan anggaran itu akan lebih dari 1,2 miliar rupiah karena kondisi jembatan yang roboh semacam itu.

-----

Reporter: Wawan Akuba