Konten Media Partner

Kisah Mistis di Balik Keindahan Tebing Bidadari di Gorontalo

banthayo.idverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tebing Bidadari berada di pedalaman Hutan Hungayono,Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Selasa, (30/7). (Foto: Rahmat Ali/banthayoid)
zoom-in-whitePerbesar
Tebing Bidadari berada di pedalaman Hutan Hungayono,Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Selasa, (30/7). (Foto: Rahmat Ali/banthayoid)

BANTHAYO.ID, GORONTALO - Bagi anda yang senang dengan wisata jelajah, di pedalaman Hungayono, hutan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, terdapat tebing yang dijuluki "Tebing Bidadari".

Tebing itu memiliki tinggi sekitar enam meter dengan corak yang berbeda. Di tebing itu ada gua kecil yang memiliki mata air panas.

Untuk mencapai lokasi, anda harus berjalan kaki masuk di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

"Banyak orang yang belum tahu keberadaan tebing lantaran berada jauh di dalam hutan," ungkap Halim (46), saat memandu Banthayo.id menuju lokasi tebing, Selasa (30/7).

Selain memiliki keindahan alam, di dalam Tebing Bidadari terdapat gua kecil dan sumber air panas, namun pintu masuk ke dalam gua sangat sulit untuk dilalui. (Foto: Rahmat Ali/banthayoid)

Menurut Halim, selain memiliki keindahan, tebing itu sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Dahulu, sebagian kecil masyarakat meyakini tempat itu sering digunakan untuk bersemadi untuk meminta ilmu kebatinan.

"Tapi saat ini sudah tidak ada lagi masyarakat yang bersemadi di tempat itu," terang Halim.

Penyebaran informasi Tebing Bidadari lewat media sosial membuat tebing ini mulai dikunjungi wisatawan.

"Tebing Bidadari makin dikenal masyarakat," kata Halim.

Lokasi tebing yang berada di pedalaman hutan sering dikaitkan dengan hal mistis. (Foto: Rahmat Ali/banthayoid)

Awal Cerita Tebing Bidadari

Rosna (51), warga di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, menceritakan kisah Tebing Bidadari.

Katanya, dahulu tempat itu sering dijumpai sosok perempuan yang memiliki paras cantik. Namun saat hendak ditemui, perempuan tersebut pergi dan menghilang begitu saja.

"Tapi hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat perempuan tersebut. Makanya warga menamakan tebing itu sebagai Tebing Bidadari," jelas Rosna.

Konon gua itu merupakan tempat untuk bersemadi untuk menimba ilmu kebatinan. (Foto: Rahmat Ali/banthayoid)

Menurut Rosna, pengunjung diharapkan menjaga sopan santun jika mendatangi lokasi itu agar tidak terjadi petaka.

"Kalau niatnya baik, insyaallah perjalanan juga mulus," ungkapnya.

Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, mengatakan, Tebing Bidadari sangat berpotensi mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Untuk mencapai Tebing Bidadari, masyarakat harus masuk kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW). (Foto: Rahmat Ali/banthayoid)

Selain mendatangi penangkaran burung maleo, pengunjung juga bisa melihat wisata alam yang di Hungayono.

"Ini nantinya akan dijadikan destinasi wisata terbatas," tutup Hamim.

Medan terjal untuk mencapai mencapai Tebing Bidadari yang indah dan mempesona itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. (Foto: Rahmat Ali/banthayoid)

Wisatawan diminta mematuhi aturan dan menjunjung tinggi etika kesopanan selama perjalanan ke Tebing Bidadari. (Foto: Rahmat Ali/banthayoid)
Tebing Bidadari, sebuah objek wisata tersembunyi. Keindahan Stalagmit dan Stalagtitnya yang alami sangat cocok bagi wisatawan yang suka berpetualang. (Foto: Rahmat Ali/banthayoid)
Tebing Bidadari memiliki aneka warna, sehingga menambah keindahan tebing. (Foto: Rahmat Ali/banthayoid)

----

Reporter : Rahmat Ali

Editor : Febriandy Abidin