Konten Media Partner

Kisah Oma Nuke, Dibantu Bhabinkamtibnas di Tengah Kesulitan Ekonomi

banthayo.idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertemuan pertama Oma Nuke dan Meylan Putri. Sabtu, (2/5). Foto: Dok istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan pertama Oma Nuke dan Meylan Putri. Sabtu, (2/5). Foto: Dok istimewa

GORONTALO - Sebatang kara ia hidup. Usianya yang renta, tak jadi perkara untuknya bekerja. Sebab, tak bekerja, artinya tak makan. Maka untuk sesuap nasi, ia bekerja. Apa saja dikerjakan, selama ia bisa dan dibayar. Yang penting untuknya, ia bisa melanjutkan hidup besok hari.

Adalah Nuke Ali atau akrab disapa oma Nuke, wanita lanjut usia yang tinggal di rumah reyot di Desa Tilote, Tilango, Kabupaten Gorontalo. Sebuah desa di tepi Danau Limboto. Rumah itu tampak tak selesai dibangun, sebab dindingnya masih berupa bata tanpa plester, begitu pun lantainya.

“Jadi ibu ini hanya tinggal sendiri di sini. Ini bukan rumahnya, ia hanya dititipkan di sini. Anak-anaknya masih ada, tapi tak lagi tinggal dengannya. Semuanya jauh dari Gorontalo,” kata Meylan Putri Adu, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Desa Tilote, saat menjelaskan kondisi Nuke dalam sebuah tayangan video.

Meylan Putri Adu berfoto bersama Oma Nuke. Foto: Dok istimewa

Video itu lantas diunggah Meylan di media sosial miliknya pada Rabu(29/4). Dalam video itu ia menjelaskan kondisi rumah yang ditempati Nuke. Rumah itu kira-kira berukuran 6x4 meter dengan dua kamar dan tidak tidak dilengkapi dapur. Meylan menunjukan dalam videonya kondisi dapur di rumah Nuke yang tepat berada di ruang tengah.

“Oma tidur di sini, masak di sini. Oma tidur dalam keadaan pintu terbuka karena ini (rumahnya) tidak lagi memiliki pintu. Jendelanya juga ini kondisinya begini,” ungkap Meylan sambil memperlihatkan kondisi jendela rumah tersebut yang hanya ditutupi seng bekas berkarat. Tampak matahari menembus melalui celah kecil seng tersebut.

Memungkasi videonya, Meylan meminta untuk masyarakat yang tergerak hatinya, agar dapat membantu Nuke. Meringankan beban ekomoninya sehingga ia bisa melewati masa tuannya tanpa harus bekerja keras.

Kondisi dapur Oma Nuke. Foto: Dok istimewa

“Jika ada yang mau membantu oma Nuke, mohon tidak memberikan bantuannya dalam bentuk uang. Oma tidak mau menerima sumbangan dalam bentuk uang. Karena oma selama ini sudah tidak keluar-keluar rumah juga,” kata Meylan seperti dikutip dalam video tersebut.

Meylan sendiri mengungkapkan sudah tujuh bulan ia bertugas di desa tersebut sebagai Bhabimkamtibmas, dan saban hari melewati rumah Nuke, namun ia sendiri tidak tahu jika rumah tersebut ditempati oleh Nuke.

“Tidak pernah berpikir kalau di dalam rumah tersebut ada oma Nuke yang tinggal. Karena mo lia (jika dilihat), kondisi rumah dari luar itu hanya seperti rumah kosong yang sudah tidak pernah ditempati orang. Beruntung saya hari ini berjalan dengan kepala dusun, dan sempat bertanya terkait rumah tersebut,” curhat Meylan menceritakan kesedihannya.

Hanya berselang sehari, setelah videonya dibagikan di media sosial, Kapolsek Telaga bersama personel serta beberapa donatur kemudian mengumpulkan sumbangan untuk diberikan kepada Niko. Lalu mereka mendatangi langsung kediaman Nuke, pada Kamis (30/4).

Kapolsek Telaga memberikan bantuan ke oma Nuke. Foto: Dok istimewa

“Seusai postingan saya yang kemarin, allhamdulilah mendapat apresiasi masyarakat dan sudah ada bantuan. Jadi keperluan oma Nuke yang akan dibutuhkan sudah ada. Yang sebelumnya oma Nuke hanya tidur di lantai tanpa kasur, allhamdulilah sekarang sudah ada kasur,” kata Meylan.

Meylan cukup senang. Matanya terlihat berkaca-kaca, ia terharu. Tak menyangka jika apa yang ia lakukan diapresiasi oleh masyarakat dan Nuke mendapat bantuan yang layak. Ia pun mempersilahkan jika ada lagi masyarakat yang ingin berbagi rezekinya dengan Nuke.

“Tapi bantuan sembako kami pending dulu, tutup dulu. Jadi tidak menolak pemberian, cuma saja apa yang ada sekarang (bahan pangan) itu sudah cukup untuk beberapa bulan ke depan. Sehingga kalau sembako ini habis lagi, nanti bisa diberikan lagi, agar kebutuhan oma Nuke tetap terpenuhi,” ujarnya.

Meylan, di depan mobil yang akan mengantarkan bantuan ke oma Nuke. Foto: Dok istimewa

Saat ini, kata Meylan, Nuke masih membutuhkan lemari baju dan lemari untuk menyimpan bahan-bahan makanan yang diberikan donatur. Sebab, selama ini pakaiannya hanya ditumpuk begitu saja, dan bahan pangan yang ada juga hanya diletakan di meja kecil.

“Jika ada yang tergerak hatinya, silahkan antarkan saja bantuannya ke sini, ke rumah oma Nuke. Atau jika tidak, bisa menitipkan saja ke Polsek Telaga. Semoga ini bisa menjadi berkah untuk kita semua,” kata Rosna Yusuf, salah satu donatur.

Sedangkan Kapolsek Telaga, Belly Rizaldy Nata Indra, mengungkapkan apresiasinya terhadap apa yang dilakukan oleh Meylan Putri Adu, sebab cerita yang ia bagikan, ternyata menimbulkan simpati masyarakat hingga bantuan mengalir kepada Nuke.

-----

Reporter: Wawan Akuba