Mengenal Raja Hubulo, Tokoh Wali Penyebar Islam di Gorontalo

Konten Media Partner
20 Mei 2019 10:15
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Makam Raja Hubulo Gobel, tokoh yang diyakini sebagai penyebar Islam pada abad ke-17, terletak di atas bukit di Desa Keramat, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin (20/5), Foto : Rahmat Ali/banthayoid
zoom-in-whitePerbesar
Makam Raja Hubulo Gobel, tokoh yang diyakini sebagai penyebar Islam pada abad ke-17, terletak di atas bukit di Desa Keramat, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin (20/5), Foto : Rahmat Ali/banthayoid
ADVERTISEMENT
BANTHAYO.ID,GORONTALO – Makam Raja Hubulo Gobel sering diziarahi masyarakat. Mereka meyakini Raja Hubulo sebagai aulia (wali) sekaligus tokoh penyebar Islam pada abad ke-17 silam. Makam itu terletak di Desa Keramat, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Jaraknya sekitar enam kilometer dari pusat Kota Gorontalo.
ADVERTISEMENT
Pengelola makam Raja Hubulo, Husain Yahya (60), mengatakan setiap hari Jumat lokasi itu banyak dikunjungi masyarakat setempat maupun yang berasal luar Bone Bolango. Para pengunjung yang berziarah memiliki kebiasaan membawa pulang tanah yang berasal dari makam Raja Hubulo tersebut.
“Diyakini tanah tersebut bisa menjernihkan air sumur jika dibuang ke dalamnya. Bahkan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit," kata Husain.
Menurut kesaksian Husain, tanah di makam tersebut tidak pernah berkurang meski sering diambil peziarah.
“Sudah banyak yang mengambil tanah tersebut untuk dibawa pulang, namun tetap kondisi tanah yang ada di makam seperti tidak tersentuh sama sekali. Karena diyakini tanah itu membawa berkah bagi siapa yang mengambilnya,” jelas Husain.
Tanah Makam Raja Hubulo Gobel di yakini warga mampu menjernihkan air sumur yang kotor. Pengelola makam menyebut tanah di makam itu tak pernah berkurang meski sering diambil para peziarah. Foto : Rahmat Ali/banthayoid
zoom-in-whitePerbesar
Tanah Makam Raja Hubulo Gobel di yakini warga mampu menjernihkan air sumur yang kotor. Pengelola makam menyebut tanah di makam itu tak pernah berkurang meski sering diambil para peziarah. Foto : Rahmat Ali/banthayoid
Terdapat sejumlah makam lain di sekitar makam Raja Hubulo Gobel yang puluhan di antaranya juga memiliki nama belakang Gobel. Sehingga diketahui bahwa pemakaman tersebut merupakan pemakaman keluarga besar Gobel yang ada di Gorontalo.
ADVERTISEMENT
Tokoh adat Desa Keramat, Yamin Husain (68), menjelaskan Raja Hubulo merupakan salah satu wali di Gorontalo yang konsisten dalam menyebarkan agama Islam. Dia pun menceritakan asal nama 'Hubulo'.
Kawasan Makam Raja Hubulo menjadi makam keluarga besar Gobel di Gorontalo. (Foto : Rahmat Ali/banthayoid)
zoom-in-whitePerbesar
Kawasan Makam Raja Hubulo menjadi makam keluarga besar Gobel di Gorontalo. (Foto : Rahmat Ali/banthayoid)
Yamin menceritakan Ibrahim Duawulu lahir pada tahun 1709. Orang itu dikenal sebagai petani yang rajin serta berkepribadian ramah, alim, dan sangat bijaksana. Dia memiliki kebiasaan memancing di sebuah danau kecil.
“Seketika di sampingnya sering menyala lilitan tali ijuk yang dipergunakan untuk menyalakan rokoknya yang terbuat dari pucuk daun enau. Waktu itu api masih dibuat secara tradisional dan dibakar pada tali ijuk agar tidak mudah padam," kata Yamin.
Makam, pengusaha Indonesia, Thayeb Mohammad Gobel, Pendiri Nasional Gobel, berada tepat di depan makam Raja Hubulo. (Foto : Rahmat Ali/banthayoid)
zoom-in-whitePerbesar
Makam, pengusaha Indonesia, Thayeb Mohammad Gobel, Pendiri Nasional Gobel, berada tepat di depan makam Raja Hubulo. (Foto : Rahmat Ali/banthayoid)
"Sebagian orang melihatnya sering mengepulkan asap dari tali ijuk ini. Maka dalam bahasa Gorontalo mereka menyebutnya wabuwobulo atau tihu-tihubulo yang artinya sedang mengepulkan asap. Dari sinilah kata 'Hubulo' menjadi julukan nama baru dari orang tua tersebut,” jelas Yamin.
Makam Raja Hubulo,masih ramai dikunjungi para peziarah pada hari-hari tertentu. (Foto : Rahmat Ali/banthayoid)
zoom-in-whitePerbesar
Makam Raja Hubulo,masih ramai dikunjungi para peziarah pada hari-hari tertentu. (Foto : Rahmat Ali/banthayoid)
Namun, menurut Yamin, saat itu orang Belanda bukan menyebut Hubulo melainkan Gobel.
ADVERTISEMENT
"Karena waktu itu Belanda masih agak kesulitan menyebut nama Hubulo, sehingga kemudian mereka memanggilnya dengan nama Gobel. Dan kini Gobel menjadi marga terbesar di masyarakat Gorontalo,” tutup Yamin.
----
Reporter : Rahmat Ali
Editor : Febriandy Abidin
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020