Menikmati Es Kelapa Muda di Pesisir Pantai Pohon Cinta

BANTHAYO.ID - Memandangi hamparan laut biru Teluk Tomini saat senja. Ditemani segelas es kelapa muda, di pesisir pantai Pohon Cinta, sejenak menyegarkan pikiran.
Pantai Pohon Cinta adalah ikon wisata Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Hampir setiap hari tempat tersebut didatangi oleh pelancong dari dalam dan luar daerah.
Jika sedang di Kabupaten Pohuwato, sempatkan waktu untuk mampir di pantai Pohon Cinta, yang terletak di Kecamatan Marisa.
Untuk menuju ke tempat tersebut, dibutuhkan waktu tempuh 10 menit naik motor dari pusat pemerintahan Kabupaten Pohuwato.
Sampai di sana, mampirlah pada salah satu warung yang menjajakan es kelapa muda. Hampir setiap warung menyajikan es kelapa muda di tempat tersebut. Harganya pun relatif terjangkau, sekitar Rp 5.000 setiap gelasnya.
Seperti yang dilakukan Apriyanto Ahmad, menikmati es kelapa muda segar di emperan pesisir pantai, dengan hembusan angin dan pemandangan laut pantai Pohon Cinta, katanya sedikit mengalihkan pikiran dari tumpukan kerjaan.
Saat akhir pekan dan hari libur, tempat itu akan ramai dipadati pengunjung. Seperti yang dikatakan Upik, salah satu pedagang es kelapa muda, bahwa banyak orang yang datang ke tempat ini saat akhir pekan.
Pengunjung datang bersama keluarga, menghabiskan akhir pekan di tempat ini. Alasannya banyak fasilitas yang bisa dinikmati di tempat ini, diantaranya adalah lintasan jogging, wisata mangrove dan beberapa taman untuk anak bermain.
Setiap pengunjung bisa menikmati fasilitas itu secara gratis. Yang menjadi favorit adalah wisata mangrove yang tak jauh dari pantai Pohon Cinta.
Pengunjung bisa mengenal jenis-jenis mangrove dan keragaman hayati yang ada didalamnya. Tidak usah khawatir akan terkena lumpur, karena di tempat itu telah dipasang jembatan yang diberi cat warna-warni. Pengunjung juga bisa mengelilingi hutan mangrove dengan melalui jembatan tersebut.
Pohuwato sendiri dikenal dengan hamparan mangrove yang membentang dari Kecamatan Paguat hingga Kecamatan Popayato Barat. Namun bentangan mangrove itu mulai berkurang dari tahun ke tahun.
Seperti yang dilaporkan Sustainable Coastal Livelihoods and Management (SUSCLAM, 2012). Mangrove di Kabupaten Pohuwato mengalami penurunan sebesar 44% dari tahun 1988 sampai tahun 2010.
Pada tahun 1988 bentangan mangrove mencapai 13.243,33 hektare dan pada tahun 2010 mengalami penurunan menjadi 7.420,73 hektare.
Pengunjung bisa mempelajari ekosistem yang ada di dalam wisata mangrove, sebelum mangrove benar-benar punah dari tempat ini.
Selain menghirup udara segar di wisata mangrove, tempat ini juga menjadi favorit untuk berswafoto. Seperti yang dilakukan Eros Ahmad, salah satu pelancong yang datang dari Kabupaten Gorontalo, dia mengatakan, tempat ini unik, dengan jembatan yang berwarna membuat foto yang diambil terlihat menarik.
Eros sendiri hampir setiap akhir pekan berkunjung di tempat ini. Dia memasukan pantai Pohon Cinta ke dalam salah satu tempat wisata favoritnya.
Tetapi eros mengeluhkan kurangnya beberapa fasilitas yang ada di tempat ini. Seperti toilet yang disediakan tidak bisa digunakan, padahal itu adalah hal yang paling utama.
"Tempat sampah sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Padahal itu adalah fasilitas umum untuk menunjang kebersihan di sini untuk selalu terjaga," tutup Eros, Sabtu (13/4).
-----
Reporter : Renal Husa
Editor : Febriandy Abidin
