Konten Media Partner

Menilik Pengolaan Kopi Celup Pinogu Khas Gorontalo

banthayo.idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengelolaan kopi Pinogu Khas Gorontalo menjadi celup. Selasa, (24/9). Foto : istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pengelolaan kopi Pinogu Khas Gorontalo menjadi celup. Selasa, (24/9). Foto : istimewa

BANTHAYO.ID,GORONTALO - Kopi Pinogu khas Gorontalo mulai dikelola dalam bentuk celup. Pengelolaan kopi jenis robusta itu dilakukan di Desa Panggulo, Kecamatan Botu Pingge, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Kopi celup Pinogu khas Gorontalo mulai populer di masyarakat sejak tiga bulan terakhir. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kopi celup Pinogu khas Gorontalo mulai populer di masyarakat sejak tiga bulan terakhir. Foto : Istimewa

Kepala tempat pengelolaan, Idarmanto A Ahmad, Selasa (24/9) mengatakan, kopi Pinogu banyak diminati masyarakat sejak dikemas dalam bentuk celup. Mereka mampu membuat kopi celup sebanyak 300 saset setiap hari. Selebihnya, sesuai permintaan konsumen.

Kopi celup Gorontalo di olah dengan beragam jenis rasa. Foto : Istimewa

Setiap minggu penghasilan mereka mencapai Rp 2.250.000. Dalam sebulan bisa Rp 9 juta.

"Dalam satu kemasan berisi 20 kantong kopi celup. Harganya Rp 18 ribu per kemasan," jelasnya.

Ada 20 saset kopi celup dalam satu kemasan. Foto : Banthayo.id

Meskipun pengelolaan kopi celup baru dimulai Agustus 2019, produk tersebut sudah mendapat sambutan positif dari konsumen. Tidak hanya dipasarkan di Gorontalo, kopi celup sudah masuk wilayah Kalimantan.

"Kami yakin kopi robusta khas Gorontalo ini cukup berpotensi bersaing di pasar internasional. Sehingga yang tadinya kopi diminum dengan cara menyeduh, kami ubah dengan celup," ungkapnya.

Sebanyak 300 saset kopi celup yang diproduksi setiap hari. Foto : Dok Banthayo.id

Kopi Pinogu yang dikelola Idarmanto memiliki beragam jenis rasa. Seperti rasa jahe, cokelat, kayu manis dan original. Sedangkan bahan kopinya, asli berasal dari dataran hijau di Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango. Yang menurut sejarah, benih kopi dibawa oleh pedagang Belanda di abad ke-19.

Pengelolaan kopi jenis robusta itu dilakukan di Desa Panggulo, Kecamatan Botu Pingge, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Foto : Dok Banthayo.id

"Sebelum diolah, kami harus lihat kualitas kopinya. Apakah sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan," jelasnya.

Idarmanto menambahkan, perusahaan mereka sudah dibuka sejak tiga tahun terakhir. Awalnya memproduksi teh sari buah sirsak yang bergerak dibidang herbal dan dodol daun sirsak.

kopi Pinogu banyak diminati masyarakat sejak dikemas dalam bentuk celup. Foto : Dok Banthayo.id

"Untuk pemasaran sudah mulai dilirik pasar. Kedepan dengan adanya prodak kami, bisa mengurangi angka kemiskinan dan membangkitkan perekonomian khususnya di Provinsi Gorontalo," tandasnya.

Kopi Pinogu memiliki beragam jenis rasa. Seperti rasa jahe, cokelat, kayu manis dan original. Foto : Dok Banthayo.id

----

Reporter : Rahmat Ali

Editor : Febriandy Abidin