Operasi Zebra di Gorontalo, Polisi Jaring Pengendara yang Belum divaksin

Konten Media Partner
30 November 2021 19:50
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ditlantas Polda Gorontalo lagi gencar melakukan operasi pengendara yang belum divaksin. Selasa, (30/11). Foto: Dok TribrataNews
zoom-in-whitePerbesar
Ditlantas Polda Gorontalo lagi gencar melakukan operasi pengendara yang belum divaksin. Selasa, (30/11). Foto: Dok TribrataNews
ADVERTISEMENT
Gorontalo - Ditlantas Polda Gorontalo lagi gencar melakukan operasi pengendara yang belum divaksin. Operasi itu dirangkaikan dengan pelanggar lalu lintas.
ADVERTISEMENT
Jika ada pengendara belum divaksin, maka kepolisian telah menyediakan petugas khusus vaksinasi di tempat. Upaya ini untuk membantu pemerintah setempat mencapai target vaksin hingga 70 persen.
Direktur Ditlantas Polda Gorontalo, AKBP Arief Budiman mengatakan, razia vaksin akan tetap dilaksanakan sepanjang target vaksin 100 persen.
"Kita kasih nama itu razia vaksin. Itu tetap kita laksanakan sampai nanti masyarakat di Gorontalo itu sudah 100 persen divaksin," kata Arief Budiman, Selasa (30/11).
Pencapaian vaksinasi di wilayah Gorontalo saat ini sudah mencapai 60 persen dari jumlah penduduk yang ada. Olehnya mereka melakukan berbagai upaya untuk mencapati target.
"Polda Gorontalo itu punya target hingga akhir Desember 2021 ini, yaitu 70 persen. Kalau sudah begitu, masyarakat Gorontalo akan tercipta new normal. Tapi dengan catatan di atas tadi," terangnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, kendala yang paling krusial itu biasanya pada tingkat kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi. Namun, tetap perlu diimbau kepada masyarakat bahwa vaksin itu penting dalam menjaga kekebalan tubuh.
"Vaksin itu sebenarnya membawa imunitas," tutur AKBP Arief Budiman.
Maka Arief Budiman mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk cerdas dalam mengonsumsi berita. Apalagi pada vaksinasi. Ia berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan isu yang beredar.
"Jangan lagi masyarakat itu percaya dengan berita hoaks tentang vaksin. Kalau misalnya vaksin itu tidak baik untuk kesehatan manusia, mungkin 60 persen masyarakat yang sudah divaksin ini, entah sudah sakit, entah sudah lain-lain. Justru ini 60 persen ini yang sehat, sisanya itu rentan terpapar," tandas AKBP Arief Budiman.
Penulis: Herman Abdullah
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020