Konten Media Partner

Pakaian Bekas Impor Masih Diminati Masyarakat Gorontalo

banthayo.idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hiruk pikuk pengincar cabo di Pasar tradisional Andalas, Kota Gorontalo. Sabtu, (2/11). Foto : Dok Banthayo.id ( Ikdal Amala)
zoom-in-whitePerbesar
Hiruk pikuk pengincar cabo di Pasar tradisional Andalas, Kota Gorontalo. Sabtu, (2/11). Foto : Dok Banthayo.id ( Ikdal Amala)

BANTHAYO.ID,GORONTALO - Pakaian bekas impor masih menjadi incaran sebagain masyarakat di Provinsi Gorontalo. Cabo (cakar bongkar), adalah istilah yang digunakan masyarakat Gorontalo untuk menamai pakaian bekas impor.

Hiruk pikuk masyarakat yang sedang memilih dan membeli cabo terpantau di Pasar Andalas, Kota Gorontalo, pada Sabtu pagi (2/11).

Bukan tanpa alasan mengapa masyarakat memburu pakaian impor. Rai (27), salah satu peminat cabo mengatakan bahwa pakaian tersebut memiliki beberapa keunggulan.

"Selain murah, kualitas cabo tidak kalah dengan pakaian di distro," ungkapnya.

Beragam model pakaian cabo yang diperjual belikan. Diantaranya kaus oblong, celana panjang dan pendek, baju anak, kemeja, daster. Foto : Dok Banthayo.id ( Ikdal Amala)

Beragam model pakaian cabo yang diperjual belikan. Diantaranya kaus oblong, celana panjang dan pendek, baju anak, kemeja, daster, pakaian olahraga dan pakaian dalam. Harganya mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 45 ribu per lembar.

"Saya membeli sesuai keinginan saja," imbuhnya.

Harganya pakaian bekas tersebut mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 45 ribu per lembar. Foto : Dok Banthayo.id ( Ikdal Amala)

Masyarakat tak khawatir dengan masalah kesehatan. Bagi mereka penyakit kulit masih dapat dicegah.

Hasna (37), seorang ibu rumah tangga menerangkan, sebelum dikenakan, pakaian harus dicuci sampai benar-benar bersih. Ia juga mengatakan sampai saat ini belum pernah mengalami penyakit kulit akibat kain impor.

Tradisi belanja cabo di pasar sudah sejak lama dilakukan Masyarakat Gorontalo. Foto : Dok Banthayo.id ( Ikdal Amala)

Tradisi belanja cabo di pasar sudah sejak lama dilakukan Masyarakat Gorontalo. Bahkan ada anggapan bahwa tak lengkap pergi ke pasar tanpa membeli atau sekadar singgah di tempat cabo.

----

Reporter : Ikdal Amala