Potret Aktivitas Bandara Gorontalo yang Wajibkan Instal Aplikasi e-HAC

GORONTALO - Bandara Djalaludin Gorontalo sudah mulai dibuka untuk penerbangan komersil sejak 15 Juni 2020 kemarin. Saat ini antrean penumpang di pintu masuk menuju konter cek-ini mengular. Karena tak hanya dicek suhu tubuh dan diharuskan cuci tangan, namun calon penumpang juga diperiksa sejumlah dokumen perjalannnya. Seperti KTP dan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Sesuai ketentuan, pengajuan SIKM dapat dilakukan secara online sebelum berangkat, dengan melakukan permohonan melalui aplikasi bernama Sekitar Kita. Aplikasi tersebut dapat diunduh di https://bit.ly/sekitarKita/. Jika tak miliki SIKM, calon penumpang tak akan diizinkan terbang. Dengan SIKM, penumpang akan ketahuan jika memang telah mengantongi sejumlah izin keluar masuk suatu wilayah, dibuktikan dengan memiliki surat keterangan yang berisi status non-reaktif dengan rapid test dan negatif dengan swab test atau PCR.
Tidak hanya itu saja, di Bandara Gorontalo, masyarakat juga masih diminta untuk menginstal dan mengisi data diri di aplikasi Electronic Health Alert Card (e-HAC) atau juga disebut kartu kewaspadaan kesehatan elektronik. Untuk pengguna android, dapat diunduh di google play store, dan pengguna IOS dapat mengakses web e-HAC di link http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.
Penggunaan e-HAC diwajibkan sesuai ketentuan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Gorontalo. Aplikasi ini untuk memudahkan pelacakan kasus penyakit bagi setiap pelaku perjalanan. Sesuai dengan imbauan KKP, pelaku perjalanan wajib mengisi e-HAC saat check-in sebelum keberangkatan dengan jelas, rinci, dan jujur. Jika dalam 14 hari setelah kembali merasakan gejala, diharuskan datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan dengan menunjukan print out e-HAC.
“Kami tak tahu kalau harus instal lagi aplikasi. Semua calon penumpang hari ini kayaknya juga belum ada yang tahu, makanya semuanya dibantu untuk menginstal dan mengisi aplikasinya,” kata Ardi, calon penumpang tujuan ke DKI Jakarta
Sedangkan petugas KKP yang berjaga di pintu masuk bandara mengungkapkan, “ya memang banyak yang tak instal aplikasi ini. Kayaknya memang banyak yang tak tahu. Tapi tadi kami sudah bantu untuk menginstal dan mengisi. Jika ada masyarakat yang tak punya android, kami yang akan inputkan datanya dan ia bisa bawa print out dari apliaksi tersebut,” tutupnya.
-----
Reporter: Wawan Akuba
