300 Warga yang Terdampak Banjir di Kota Gorontalo Mulai Mengungsi

GORONTALO - Data sementara yang dihimpun Banthayo, setidaknya sudah ada 300 jiwa yang saat ini mengungsi ke gedung Bele Li Mbui Kota Gorontalo. Jumlah itu didominasi oleh masyarakat Kelurahan Bugis yang saat ini wilayahnya mulai digenangi air.
"Jumlah ini akan terus bertambah pak. Ini sementara ada 300 orang yang sudah tercatat masuk di sini," kata seorang petugas BPBD yang mencatat pengungsi, Jumat (3/7).
Seperti pada banjir sebelumnya, gedung Bele Li Mbui memang menjadi gedung alternatif untuk pengungsian korban banjir di Kota Gorontalo. Gedung yang persis berada di depan rumah Dinas Gubernur Gorontalo itu dinilai bisa menampung banyak warga.
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, mengungkapkan saat ini dirinya juga telah berkoordinasi dengan kepala dinas pendidikan setempat untuk memfungsikan sekolah sebagai tempat pengungsian.
"Kita juga siapkan aula kantor wali kota jika memang tidak cukup. Sekolah-sekolah di sekitar Kelurahan Tenda juga akan disiapkan untuk tempat pengungsian," kata Marten.
Sementara itu, seorang pengungsi mengeluhkan kedinginan sebab lupa membawa selimut. Meski begitu, ia sendiri merasa lebih siap karena memang sudah menyadari lebih awal akan datangnya banjir.
"Tadi saya lupa bawa selimut pak. Saya sudah packing dari siang tadi. Tapi lupa. Kita memang sudah tau pasti mau banjir ini. Jadi allhamdulilah sudah lebih siap dengan risiko terburuknya," kata Dewi, warga Kelurahan Bugis.
-----
Reporter : Wawan akuba
-------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
