Secara Bertahap, Ratusan TKA China Akan Masuk ke Gorontalo

GORONTALO - Tenaga kerja asing (TKA) asal China dalam waktu dekat ini akan mulai masuk ke Gorontalo. Tak sekaligus, TKA sebanyak 227 orang itu akan masuk secara bertahap. Gelombang pertama pada Juli ini, akan masuk sebanyak 177 orang, lalu gelombang kedua bulan Agustus sebanyak 30 orang, dan gelombang ketiga pada September sebanyak 20 orang.
Tidak hanya TKA, tenaga kerja lokal juga akan ikut didatangkan. Pada gelombang pertama sebanyak 310 orang, gelombang kedua sebanyak 150 orang, dan gelombang ketiga berjumlah 200 orang.
Adapun kedatangan TKA dan tenaga kerja lokal ini dimaksudkan untuk memacu penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagut) I di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara. PLTU itu dipacu pengerjaannya, sebab sesuai jadwal, proyek itu harusnya telah rampung pada Mei 2020. Namun molor karena pandemi COVID-19.
Selain itu, percepatan pembangunan PLTU yang berkapasitas 2×50 megawatt itu dipacu, karena kapal pembangkit listrik di Amurang, Minahasa, akan berakhir masa kontraknya pada Januari 2021. Diketahui, Marine Vessel Power Plant (MVPP) tersebut menyuplai listrik ke Gorontalo dan Sulawesi Utara.
“Ada dua hal ini yang sangat penting dan menjadi prioritas kita bersama, yakni masalah pandemi COVID-19 serta percepatan pembangunan PLTU Sulbagut I,” kata Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim, saat memimpin rapat yang membahas kedatangan TKA dan tenaga kerja lokal di Sekretariat GTPP Provinsi Gorontalo, Kamis (9/7).
Pertemuan yang dihadiri Forkopimda Provinsi Gorontalo, Manajer PLN UPT Pembangkit dan Jaringan Gorontalo, serta pihak perusahaan Gorontalo Listrik Perdana itu menyepakati, penanganan TKA maupun tenaga kerja lokal akan dilakukan sejak kedatangan di bandara.
Seluruh tenaga kerja akan melalui pemeriksaan yang ketat dan wajib memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan yang berlaku bagi pengunjung yang memasuki wilayah Gorontalo, seperti visa bagi TKA, Surat Izin Keluar Masuk, serta hasil swab atau rapid test. Namun sebelum itu, juga akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kedatangan TKA dan tenaga kerja lokal tersebut.
“Kedatangan TKA harus diatur. Setelah gelombang pertama selesai pekerjaannya dan kembali, baru gelombang kedua datang, begitu seterusnya. Juga jangan keluar dari zona perusahaan dan dilarang mengonsumsi minuman keras,” katanya.
-----
Reporter: Wawan Akuba
