UNG Siapkan Hotel Damhil untuk Tenaga Medis yang Tangani COVID-19

GORONTALO - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok, menyiapkan Hotel Damhil untuk tempat menginap para tenaga medis yang menangani COVID-19 di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Gorontalo. Eduart saat ditemui di ruangannya siang tadi, mengungkapkan bahwa setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, hotel yang berada di wilayah Kampus UNG tersebut akan mulai dioperasikan minggu ini.

Sedikitnya, ada 33 kamar di tiga lantai hotel yang disiapkan. Jumlah itu mampu menampung hingga 99 tenaga medis, dengan standar pelayanan yang dimaksimalkan dapat menciptakan rasa nyaman beristirahat dan membuat para tenaga medis mampu berkonsentrasi dalam menangani pasien COVID-19.
“Posisi rumah sakit kita (RSAS), terutama kamar pelayanan sudah jauh berkurang karena ada kamar yang digunakan untuk isolasi tenaga medis. Mereka (tenaga medis) tinggal di rumah sakit, dan tidak pulang ke rumah keluarganya. Bahkan ada yang tinggal indekos harus keluar dari tempatnya tersebut,” ungkap Eduart, Rabu, (15/4)
Untuk pelayanannya sendiri, Eduart menambahkan bahwa kemungkinan tidak akan sama dengan situasi normal. Walaupun begitu, ia tetap berusaha agar kebutuhan dan kenyamanan para tenaga medis ini tetap terpenuhi.
“Mereka tetap menempati kamar hotel yang mana layanan setiap harinya sama dengan layanan hotel, kemudian mendapatkan sarapan, juga siang dan malam. Tapi tentunya modelnya kita antar ke kamar. Kita juga sudah koordinasi dengan pihak RSAS, dan juga dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Kita berharap di minggu ini, hari Jumat atau Sabtu sudah bisa beroperasi. Karena hari ini sudah tercatat ada 26 tenaga kesehatan yang tinggal dan menempati kamar paviliun kamar di RSAS, yang seharusnya kamarnya digunakan untuk layanan kesehatan bagi masyarakat Gorontalo,” ungkapnya.
Menurut Eduart, ini merupakan inisiatif UNG agar hotel yang dimiliki dan sementara waktu tidak beroperasi akibat COVID-19, dialihan fungsikan untuk bisa menjadi tempat tinggal bagi para tenaga kesehatan yang berada di garis depan menangani COVID-19.
-----
Reporter: Wawan Akuba
