Cerita Tempo Dulu Kota genteng Banyuwangi

membacalah walau sebentar
Tulisan dari BANYUWANGI CONNECT tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bpk.Haji Sodik Genteng Banyuwangi
Cerita tentang seperti apa genteng di masa lalu selalu tidak lepas dari cerita tentang POM BENSIN yang dulu lokasinya ada tepat di depan TOKO KALISARI LAMA. Mendengar kesaksian dari semua orang yang pada saat itu sempat melihat bagaimana situasi pom tersebut membuat saya semakin penasaran. Sempat saya putus asa setiap orang tua saya selesai menceritakan itu selalu di barengi kata "TAPI ITU DULU" saya jadi berfikir,apa saya masih bisa ya menemui pelaku sejarah yang mungkin sampai detik ini masih sehat??Karena dari kisah "BLANGGOR" petasan yang menggelegar di saat waktu berbuka tiba,pelaku sejarahnya pun telah meninggal dunia,yaitu "BAPAK MAT PENCAK".
Bermodal ingatan dari cerita ada seorang pria datang ke rumah,ia adalah "Om Ayek" anak pemilik pertenakan sapi yang menghasilkan susu yang pada saat itu kediamanya ada di depan TOKO BARES,saat ayah saya memperkenalkan kepada saya tentang siapa dia,iseng saya bertanya kepadanya tentang Pom Bensin. Alhamdullilah walau hanya dia berkata siapa pekerja pom pada saat itu yang sampai detik ini masih hidup,jawabanya sudah mewakili dari semua yang saya cari.
Terlihat sehat bugar meski usia telah beranjak ke 79 tahun,saya temui di kediaman beliau di belakang toko buku "SARI AGUNG GENTENG ETAN" yang kebetulan toko tersebut juga milik keluarganya,"BAPAK HAJI SODIK" Terlahir pada tanggal 13 Juni 1936 ini banyak berkisah di masa lalunya tentang pekerjaan dulu yang di lakoninya selama 32 TAHUN. Bapak Haji Sodik sebetulnya bukan karyawan terlama di pom itu,tapi dari penuturan yang dia berikan kepada saya semuanya sudah lebih cukup. "POM BENSIN" Itu di bangun pada tahun 1950 lima tahun setelah bangsa ini merdeka,banyak kenangan kenangan yang tidak mampu dia hapus,terutama tentang kendaraan kendaraan yang pada era itu masih aktif beroprasi, seperti oplet buatan pabrikan eropa "BEAUTY" "SUPER BEN" "FORD" dan lain lain-untuk motor sendiri lebih ke pada pabrikan eropa,dan yang mendahului adalah motor "BSA BUATAN AMERIKA" sampai pada ahirnya pabrikan jepang pun masuk,yaitu yang biasa di sebut "SANDAP". Pada saat itu oplet yang beroprasi di Genteng seperti "BEAUTY" tergolong unik,karena feleg mobil tersebut masih menggunakan RUJI tidak seperti yang sekarang kita sering jumpai.
Bapak Sodik bercerita,dulu harga perliter bensin masih di patok 75 rupiah,efek harga minyak yang murah,dan hanya satu pom yang pada saat itu beroprasi antrian pun bisa sampai mengular,gambaran yang bisa kita bayangkan sekarang panjang antrian tersebut mulai dari KALISARI hingga gedung bioskop YUNWA/RIA. Di pom itulah dulu terminal kota genteng pertama ada,tepat di depan kalisari lama,situasi pom sendiri pada saat itu tidak beratap,suka duka yang pasti bliau dapatkan jika panas kepanasan,jika hujan kehujanan.
Bangunan pom bensin pada saat itu memang bangunan/peninggalan belanda,mungkin kita semua tau bagaimana belanda jika membangun sebuah bangunan,sudah tidak di ragukan lagi ketahanannya yang mampu bertahan ratusan tahun,ketahanan tersebut ternyata berbuah kenyataan,pada tahun 1972 di mana saat pom bensin itu akan di pindah,ada satu yang tidak mampu di pindah karena daya rekat bangunan belanda sangat kuat,yaitu sebuah TANGKI BENSIN yang sampai detik ini masih berada di dalam tanah di atas bangunan baru seperti yang sekarang kita ketahui (PASAR ETAN). Dulu belum menggunakan mesin takar minyak canggih seperti sekarang ini,dulu masih mengunakan GELAS takar,di mana gelas tersebut menampung 5 liter bensin sekali putar,"PERTAMINA" belum ada,jauh sebelum prusahaan itu ada yang di tawarkan pada saat itu hanya minyak yang di datangkan langsung dari eropa,merek minyak tersebut hanya dua, "STEN FEK & CELL"
Pada tahun 1972 pom bensin tersebut di pindah ke SETAIL di timur hotel AJM/MAHKOTA lama waktu yang berjalan,beralasan kalau Setail sudah menjadi kota,pemerintah Genteng pun menyuruhnya pindah di (CURATANGI) hingga saat ini. Pak Haji Sodik pun telah merasakan kerja di tiga tempat tersebut,hingga pada masa pemerintahan orde baru (PAK HARTO),di bawah kepemimpinan pak harto pasti kita semua tau,tentang krisis moneter yang terjadi saat itu,PHK masal besar besaran pun di lakukan,termasuk PAK HAJI SODIK yang merasakan dampak moneter itu sampai dia juga ikut di PHK.
Pom bensin sendiri dulu ada tiga,yang pertama yang sekarang menjadi toko BUDIRAHAYU,yang ke dua di KALISARI lama,yang terahir di INDOMART genteng wetan. Di perbincangan kami yang semakin asik bliau juga sempat bercerita tentang kedisiplinan tentara JEPANG yang pada saat itu ada di genteng "RUMAH SAYA DULU DI DEPAN YANG SEKARANG MENJADI PEGADAIAN SAYA MASIH INGAT BETUL SEPERTI APA JIKA HARI MULAI PAGI,DARI RUMAH SAYA MELIHAT BANYAK TENTARA JEPANG YANG MEMBANGUNKAN KAMI WARGA GENTENG UNTUK BANGUN PAGI DAN MENGIKUTI SENAM" Kata bapak,senam pagi sendiri dulu wajib di lakukan di Genteng,dalam bahasa jepang kata bapak senam pagi biasa mereka sebut "TAESO".
Bapak Haji Sodik sendiri cukup cerdas saat bertanya waktu saya sudah mendapatkan cukup data dari ceritanya,satu pertanyaanya yang membuat saya kagum. DI MANA SAYA BISA MELIHAT CERITA INI SAAT ANDA SELESAI MENULIS?? Sedikit malu dan saya menjawab. "Silahkan bapak buka akun facebook milik anak atau cucu bapak di group Arek Genteng" by Wendy Portnoy@Btd
