Melacak Sang Minakjinggo Part 3

membacalah walau sebentar
Tulisan dari BANYUWANGI CONNECT tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ASAL MULA NAMA BLAMBANGAN
Nama Blambangan berasal dari kataPa-lumbu-an. Lumbu di Jawa biasa disebut Talas/Suweg/ Walur/Lateng/Bunga bangkai.Mungkin ini alasannya mengapa Kedhaton Menak Cucu/ Menak Jinggo III di Candi Bang (daerah Wongsorejo) disebut Baluran dari kata Walur dan Ibukota Blambangan di Rogojampi disebut Kutho-Lateng.
Blambangan bisa juga berasal dari kata Pa-lambang-an yangdasarnya adalah Lambang/symbol, yaitu Simbol Dewa Siwa (Lingga-Yoni) yang merujuk pada pendapat bahwa Gunung Semeru/Meru/Maha Meru yang ada di wilayah Blambangan dianggap sebagai Kailasa tempat Dewa Siwa beristana. Jadi Maha Meru yang merupakan Simbol Siwa itu ada di wilayah Pa-lambang-an yang karenanya kemudian disebut Blambangan.
Nama Ba-Lumbung dapat dilihat di Negarakretagama dalam pupuh XXVIII saat itu kunjungan Hayam Wuruk ke daerah timur Majapahit ke suatu daerah yang disebut Patukangan (Panarukan/Situbondo). Di sana raja menerima para mentri Majapahit dari Bali, Madura, dan Ba-lumbung andalannya. Kira-kira menteri yang ikut hadir di Patukangan mewakili Balumbung adalah Sira Dalem Sri Bhima Chili Kepakisan, karena dialah yang diangkat oleh Gajah Mada menjadi Adipati setelah pemberontakan Mpu Nambi dipadamkan tahun 1318.Kata lumbungdisini berarti tempat menyimpan bahan pangan. Artinya, daerah ini adalah negeri subur yang
Dengan argument tersebut, terungkap fakta tentang Blambangan bahwa: Kerajaan Lamajang Tingangjuru bukan Majapahit Kedhaton Wetan dan bukan pula Blambangan.Majapahit Kedhaton Wetan bukan Blambangan.Kerajaan Wirabhumi bukan Blambangan.Blambangan bukan hanya Banyuwangi.danBlambangan tidak pernah berperang melawan Majapahit (Trowulan).
Ilustrasi Damarwulan Minak jinggo oleh Kent Ali
BHRE WIRABHUMI DAN MENAK JINGGO
Cerita masyarakat selama ini hanya menyebutkan bahwa di Blambangan ada Adipati bernama Kebo Mancuet yang mengancam kekuasaan Ratu Majapahit Kencono Wungu (Prabustri Sri Suhita). Lalu sang ratu mengadakan sayembara untuk amengalahkan Kebo Mancuet dan yang bisa mengalahkannya akan diangkat menjadi adipati Blambangan yang baru. Kemudian tampillah Jaka Umbaran mengalahkan Kebo Mancuet dan Jaka Umbaran menjadi adipati Blambangan bergelar Menak Jinggo.
Belakangan Adipati Menak Jingga ingin merebut tahta Majapahit dan memperistri Kencono Wungu. Untuk menolak hal itu Kencono Wungu mengadakan sayembara (kedua), bahwa siapa yang bisa membinasakan Menak Jinggo akan dijadikan suami. Kemudian muncullah tokoh Damarwulan yang sanggup mengalahkan Menak Jinggo.
Selama ini kisah Damarwulan vs Menak Jinggo hanya kita simak sepotong saja dari dua kisah diatas.Pertama Kebo Mancuet dikalahkan Jaka Umbaran alias Menak Jinggo, dan kedua yaitu Menak Jinggo dikalahkan Damarwulan.Yang kita ingat hanya kisah Damarwulan memenggal kepala Menak Jinggo saja, kisah Kebo Mancuet kita lupakan.
Sekarang kita pilah satu persatu; Pertama, tentang Gelar Kebo, yaitu gelar bangsawan keturunan raja. Identifikasi tentang tokoh Kebo Mancuet ini identik dengan putera seorang raja, lebih tepatnya putera Prabu Hayam Wuruk, kita selama ini mengenalnya hanya sebagai Bhre Wirabhumi, seorang putera selir. Karena kurangnya wawasan sejarah kita, nama aslinya siapa, kita tidak tahu. Padahal dalam Prasasti Biluluk diungkapkan bahwa dia bernama Bhattara Rajanatha, jadi inilah nama asli Bhre Wirabhumi.
Selanjutnya arti kata Bhre dalam nama Bhre Wirabhumi. Bhre berasal dari kata Bhattara i (Raja di…), artinya Bhre Wirabhumi adalah raja di wilayah Wirabhumi.Wirabhumi atau Bumi/Tanah nya Wira (Arya Wiraraja) tentu adalah daerah Lamajang dan Tigangjuru (Pasadehan/Pasuruan, Banger/Probolinggo, dan Patukangan/Situbondo). Jadi sudah jelas bahwa Bhre Wirabhumi adalah raja di wilayah Wirabhumi yang mencakup; Lumajang, Pasuruan (timur), Probolinggo, dan Situbondo (barat), dimana Blambangan tidak termasuk di dalamnya.
Sekarang kita sudah mengetahui bahwa raja di Wirabhumi (Bhre Wirabhumi) yang merupakan Kebo (anak raja Hayam Wuruk) ini bernama asli Bhattara Rajanatha.Dalam legenda dia disebut sebagai Kebo Mancuet.Dalam identifikasi ini kami menyamakannya dengan tokoh Bhre Wirabhumi (kedua) yaitu Aji Rajanata Dyah Kebo Mercuet dalam Suluk Balumbung.Bhattara memiliki makna sepadan dengan Aji.Disebut Bhre Wirabhumi kedua karena sebelum dia ada satu tokoh lagi yang menjadi Bhre di Wirabhumi, yakni Negarawardhani, dialah Bhre Wirabhumi pertama.
Kedua, identifikasi selanjutnya adalah mengenai siapa sosok Jaka Umbaran yang berhasil mengalahkan Kebo Mancuet.Perang antara tokoh Jaka Umbaran (panglima perang Majapahit) dengan Bhre Wirabhumi (kedua) Bhattara Rajanatha Dyah Kebo Mercuet inilah yang dalam Pararaton disebut dengan Paregrek tahun 1402-1406.
Setelah Bhre Wirabhumi (kedua) Aji Rajanatha Dyah Kebo Mercuet kalah, maka Jaka Umbaran diangkat sebagai adipati menggantikannya. Disini jelas bahwa Kenconowungu tidak menyalahi janjinya karena telah benar-benar mengangkat Jaka Umbaran sebagai raja menggantikan Kebo Mancuet.
Setelah menjadi raja yang baru, tokoh Jaka Umbaran yang menang sayembaranya tahun 1406 tersebut kemudian bergelar Adipati Menak Jinggo.Jadi jelas bahwa Putera Hayam Wuruk yang menjadi Bhre Wirabhumi itu bukanlah Menak Jinggo karena Menak Jinggo adalah gelar bagi Jaka Umbaran.Artinya, Menak Jinggo bukan putera Hayam Wuruk dari selir, karena putera raja itu bergelar Kebo, yaitu Kebo Mancuet.Dan justru Kebo Mancuet inilah yang dikalahkan oleh Jaka Umbaran alias Menak Jinggo.
Dalam sejarah, Suluk Balumbung menyebut bahwa tokoh Joko Umbaran ini adalah nama lain dari Raden Gajah yaitu pimpinan pasukan pengawal istana Majapahit, jabatannya adalah seorang Bra Narapati, karena itu dia juga dikenal sebagai Raden Gajah Narapati. Dia adalah putera dari Bima Sakti Kepakisan, yang dalam Babad Dalem disebut sebagai adipati Pasadehan/ Pasuruan.Maka ketika dia menjadi Bhre Wirabhumi (ketiga) setelah berhasil mengalahkan Kebo Mancuet, dia memindahkan pusat pemerintahannya ke wilayahnya sendiri yaitu di Banger/ Probolinggo.Jaka Umbaran alias Raden Gajah (seorang Bra Narapati) menjadi Bhre Wirabhumi (ketiga) dengan ibukota di Banger/Probolinggo bergelar Menak Jinggo. www.blambangankingdomxplorer.blogspot.co.id
[Mas Aji Wirabhumi] B E R S A M B U N G....... Part 4
