Selametan Dusun Mandaluko Banyuwangi, TIDAK Menutup Jalan

BANYUWANGI CONNECT
membacalah walau sebentar
Konten dari Pengguna
10 Juli 2022 21:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari BANYUWANGI CONNECT tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tradisi Selametan Warga Osing Mondoluko yang telah berjalan turun-temurun di Mandaluko Kec. Glagah, Banyuwangi
zoom-in-whitePerbesar
Tradisi Selametan Warga Osing Mondoluko yang telah berjalan turun-temurun di Mandaluko Kec. Glagah, Banyuwangi
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sebuah tradisi di dusun Mandaluko, Desa Tamansuruh, Kec. Glagah, Banyuwangi, tadi malam 9 Juli 2022, berjalan dengan khidmad, rukun, guyub, penuh suka cita. Kelebihanbya, adat tradisi yang telah berjalan turun-temurun di Mandaluko ini, ternyata tidak perlu sampai menutup jalan umum.
ADVERTISEMENT
Sambil berjalan mengadakan pawai obor mengelilingi kampung, para sesepuh, panutan, bersama anak-anak perguruan pencak sumping bersama masyarakat berjalan, melakukan doa bersama dibeberapa tempat, kemudian mereka kembali ke rumah masing-masing atau bergabung dengan tetangga kiri-kanan mengadakan selamatan syukuran makan bersama, di dalam rumah atau di halaman rumah. Sambil bercengkrama bersama tetangga dan keluarga, mereka menikmati makanan tradisional Sego Golong, yaitu nasi putih yang dibungkus dengan daun pisang, ditambah lauk pauk khas suku Osing Banyuwangi, Pecel Pitik, yaitu ayam kampung yang dibakar dan diberi bumbu urap-urapan kelapa.
Adat tradisi yang telah berjalan turun-temurun di Mandaluko ini, ternyata tidak perlu sampai menutup jalan umum.
Masyarakat Mandaluko yang sebagian besar hidup sebagai petani, sangat kental dengan kehidupan berkesian yang terus diuri-uri dan dilestarikan. Kesenian mocoan lontar misalnya, adalah sebuah pemujaan terhadap Nabi Yusuf melalui tulisan Arab Gundul kuno dengan alunan melodi dan cengkok slendro dan pelog, masih terus dikumandangkan di dusun Mandaluko ini. Pencak Sumping yang merupakan seni bela diri dari leluhur mereka juga masih terus dilatihkan dan ditampilkan oleh anak-anak, pemuda, dan orang tua. Apalagi kesenian Jaranan, Angklung Sawah, Gandrung, Kuntulan, Angkkung Caruk, sedangkan kesenian Bordah saja masih terpelihara dan dilestarikan dengan baik di dusun Mandaluko ini.
Pencak Sumping, Tradisi Pencak Silat di dusun Mandaluko, Desa Tamansuruh, Kec. Glagah, Banyuwangi.
Sikap rendah hati dari warga Mandaluko, tercermin dari cara mereka melaksanakan selamatan menikmati makanan bersama keluarga, yaitu tidak mau sampai menutup jalan umum. Kepala Dusun Mandaluko, mengatakan bahwa, dusun kami berdampingan dengan dusun-dusun lain, jalan kami juga dilalui oleh masyarakat umum dusun sekitar, dan sudah menjadi tuntunan leluhur kami bahwa, acara selamatan kami jangan sampai mengganggu aktifitas umum, namun sebaliknya harus menjadi berkah bagi warga Mandaluko dan juga seluruh Masyarakat pada umumnya, demikian imbuh Surur.
ADVERTISEMENT
Acara pawai obor, selametan, dan mocoan lontar semalam, dilanjutkan dengan acara Pencak Sumping, yang akan dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat Banyuwangi, siang samoai sore hari ini, Minggu, 10 Juli 2022, di dusun Mandaluko, Desa Tamansuruh, Kec. Glagah, Banyuwangi. [Wwok/CakWers]