Sering Mimpi Buruk Hingga Terbangun Ketakutan, Gejala Nightmare Disorder
Tulisan dari Bardjan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu bermimpi buruk, kelewat buruk, sangat buruk hingga kamu sadar betapa takutnya kamu berada di mimpi itu? Kemudian, kamu akan memaksakan diri untuk bangun dari tidur dengan sekuat tenaga, meskipun harus mengalami sleep paralyze yang membuat kamu susah payah bangun dari tidur? Kemudian, ketika berhasil bangun dari tidur, kamu akan mati-matian menjaga mata untuk tidak kembali terlelap, sebab tak ingin lagi masuk kembali ke mimpi buruk yang terakhir? Hal ini terjadi bermalam-malam. Saya masih ingat betul bagaimana seringnya saya mengalami mimpi buruk yang terjadi berutrut-turut dalam satu malam, sehingga membuat saya rela untuk tidak melanjutkan tidur sengantuk apa pun diri saya.
Ya, ternyata mimpi buruk yang saya alami ada hubungannya secara medis, dan dapat dikaji secara ilmiah. Penyebabnya pun berhubungan dengan bagaimana kita menjaga gaya hidup kita sehari-hari. Dalam istilah medis, nightmare disorder atau gangguan mimpi buruk masuk ke dalam kelompok mental disorder.
Gangguan mimpi buruk (nightmare disorder), juga disebut gangguan kecemasan mimpi, ditandai dengan terjadinya mimpi berulang selama tidur yang terasa begitu mencekam dan mengancam hidup. Rasa takut itu bahkan menyebabkan kamu terbangun. Mimpi buruk adalah mimpi yang menyebabkan rasa takut yang sangat. Mimpi ini seringkali rumit dan cukup panjang. Saat mimpi berlangsung, ancaman terhadap orang tersebut biasanya meningkat. Bangun tidur biasanya terjadi hanya ketika ancaman atau bahaya mencapai klimaksnya. Hal ini biasanya terjadi pada paruh kedua dari tidur malam. Saat bermimpi buruk, kamu mungkin akan mengerang, meracau (berbicara sendiri), berteriak, atau bergerak, meskipun tanda-tanda ini tidak selalu muncul.
Dikutip dari Psychology Today, mimpi buruk adalah proyeksi dari apa yang ada di pikiran dan jiwa. Jika kamu mengalami stres, kecemasan, ketakutan, atau bahkan trauma, otakmu akan mengirim sinyal kepada alam bawah sadar untuk menyimpan informasi perasaan tersebut, sehingga perasaan-perasaan dari alam bawah sadar itu akan menyeruak diwakilkan melalui mimpi buruk. Namun, selain kedua hal tersebut, terdapat beberapa hal lain yang sebabkan tidurmu diganggu mimpi buruk, seperti:
Makan besar sebelum tidur
Terserang demam
Refleksi dari kesedihan
Pemakaian obat tertentu
Terlalu over mengonsumsi alkohol
Gangguan pernapasan sleep apnea
Lantas, bagaimana cara menangani nightmare disorder?
Obat anti-kecemasan dan anti-depresan bisa jadi opsi untuk orang yang sering mengalami mimpi buruk tiap malam, khususnya jika mimpi buruk yang dialami berhubungan dengan kondisi medis (misalnya, gangguan stres pasca-trauma). Beberapa orang pun memilih lakukan hipnosis dan terapi. Namun, untuk dapat tidur lebih nyenyak, kamu bisa lakukan beberapa upaya natural yang bisa dilakukan tiap hari, seperti:
Be active! Ketatnya aktivitas sehari-hari dapat membuatmu cepat lelah, apalagi jika kamu melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Tidur dalam keadaan lelah biasanya akan membuat tidurmu lebih pulas!
Lakukan kegiatan relaksasi untuk lemaskan otot-otot yang tegang. Yoga bisa jadi pilihan super tepat.
Caffeine before bed? BIG NO! Kecuali kamu ingin tidur nyenyakmu raib
Ciptakan sleep cycle yang baik untuk tubuhm, yaitu dengan pergi tidur pada waktu yang sama setiap hari dan bangun pada waktu yang sama setiap hari
Jaga suhu kamar yang menurut kamu paling nyaman
Tips tambahan yang mungkin belum kamu tahu sebelumnya: Pakai baju tidur yang nyaman dan bikin bebas bergerak, rapikan tempat tidur, mandi dengan air hangat, dan minum teh herbal bisa jadi siasat ampuh untuk bikin tidurmu nyenyak!
In the end, saya bisa menyimpulkan, ternyata mimpi buruk yang saya alami tidak melulu harus berhubungan dengan interpretasi-interpretasi metafisis, atau karena adanya alamat akan terjadi sesuatu yang menyeramkan, atau pertanda bahwa hal buruk sedang berlangsung. Mimpi buruk pun dapat tergolong ke dalam masalah kesehatan, yang timbul karena kurangnya kita menjaga pola makan, olahraga, dan pola tidur kita.

