Konten dari Pengguna

Mengenal Eating Disorder Melalui Kartun Winnie The Pooh

Barik Almughni

Barik Almughni

Mahasiswa S1 Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Barik Almughni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Penulis

Apakah kamu ingat dengan kartun Winnie the pooh? Bukankah kartun ini cukup familiar bagimu?

Winnie The Pooh adalah salah satu film kartun anak. Tokoh utamanya yaitu Pooh digambarkan sebagai beruang gendut berwarna kuning yang sangat menggemaskan. Tetapi dibalik sosok beruang yang menggemaskan ini, tahukah kamu kalau ternyata Pooh memiliki gangguan mental yaitu Eating Disorder? Menurut (Dr. Sarah E. Shea, dkk, dlm. CMAJ, 2000) karakter-karakter yang ada didalam kartun Winnie The Pooh memiliki berbagai gangguan pada mental. Pooh sangat menyukai madu, ia tidak tahu kapan harus berhenti mengkonsumsinya. Karena obsesi yang dimilikinya, Pooh rela melakukan apapun untuk mendapatkan madunya, meskipun hal tersebut dapat membahayakannya.

Nah, dari penjelasan singkat tersebut, apasih Eating Disorder itu? Yuk, mari kita bahas bersama!

Mengenal

Eating Disorder adalah suatu gangguan yang ditandai dengan pola makan menyimpang terkait dengan karakteristik psikologik yang berhubungan dengan makan, bentuk tubuh, dan berat badan. Eating Disorder diartikan sebagai kelainan yang terjadi pada kebiasaan makan seseorang yang diakibatkan oleh kekhawatiran orang tersebut akan bentuk tubuhnya (Fairburn, 2000 dalam Garrow, 2000). Eating Disorder sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan masalah pada kesehatan dan fungsi psikososial.

Jenis-jenis

Menurut DSM–5 (Diagnostic and Statistical Manual Of Mental Disorder) terdapat tiga jenis gangguan makan yaitu:

1. Anorexia Nervosa

Pada Anorexia Nervosa penderita mengalami hilangnya nafsu makan atau terganggunya pusat nafsu makan yang dimilikinya. Penderita Anorexia Nervosa membatasi dirinya untuk makan dan minum, mereka rela menahan rasa laparnya demi bentuk badan yang kecil. Hal ini karena obsesi yang dimilikinya, obsesi ini dapat menimbulkan rasa takut untuk memenuhi kebutuhan makan. Akhirnya kondisi kesehatan yang dimilikinya menurun dan tubuh penderita menjadi kurus kering. Jika diet ini dilakukan dengan terus-menerus untuk mencapai bentuk tubuh yang kurus pada akirnya kondisi ini dapat menimbulkan efek yang sangat berbahaya yaitu kematian.

2. Bulimia Nervosa

Pada Bulimia Nervosa, DSM-4 (Diagnostic and Statistical Manual Of Mental Disorder) membagikan kepada dua bentuk yaitu Purging dan Non Purging. Pada tipe Purging, penderita memuntahkan kembali makanan yang telah ia makan dengan sengaja sedangkan pada tipe Non Purging penderita melakukan cara lain selain memuntahkan makanan, seperti berpuasa. Penderita Bulimia Nervosa sering mengalami gangguan mood dan kecemasan, kemudian tidak jarang untuk melakukan percobaan bunuh diri dan penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan yang terlarang. Penderita Bulimia Nervosa merasa malu dengan apa yang dilakukannya dan cenderung untuk merahasiakkannya dari teman dan bahkan keluarganya.

3. Binge Eating Disorder

Pada Binge Eating Disorder penderita mengalami gangguan yang ditandai dengan makan dengan jumlah yang sangat banyak dalam waktu yang terbatas. Binge Eating Disorder tidak sama dengan Bulimia Nervosa, hal yang membedakannya ialah Binge Eating Disorder tidak melakukan perlawanan terhadap makanan yang sebelumnya dimakan, seperti memuntahkan kembali makanan, berpuasa dan lainnya.

Pada umumnya, penderita Eating Disorder merupakan orang-orang yang memiliki kepercayaan diri rendah, perasaan tidak berdaya, dan perasaan tidak sebanding dengan orang lain. Maka oleh karena itu mereka menggunakan makanan dan diet sebagai cara untuk mengatasi masalah hidup mereka.

Nah, setelah membahas jenis-jenis Eating Disorder, kita jadi tahu bahwasannya Pooh mengalami Binge Eating Disorder. Hal ini karena Pooh selalu mengkonsumsi madu dan tidak tahu kapan harus berhenti. Akibat dari hal tersebut, Pooh memiliki perut yang besar dan mungkin dapat dikategorikan sebagai obesitas.

Penyebab Dilansir dari https://hellosehat.com/ penyebab dari Eating Disorder belum diketahui secara pasti. Namun, ada kemungkinan disebabkan oleh dua faktor, yaitu:

1. Faktor Internal Faktor internal yang memiliki risiko tinggi adalah gen dan keturunan. Biasanya mereka yang memiliki Eating Disorder ini disebabkan oleh keluarganya memiliki riwayat gangguan makan yang sama.

2. Faktor Eksternal Faktor Eksternal yang mengakibatkan seseorang dapat terkena eating disorder antara lain adalah lingkungan yang tidak sehat sehingga dapat menyebabkan stress. Terkadang lingkungan menjadi salah satu penyebab munculnya Eating Disorder, seperti yang kita ketahui di kalangan masyarakat tubuh langsing masih sering dianggap sebagai tubuh ideal, sehingga hal ini mendorong individu untuk melakukan diet demi mendapatkan tubuh yang ideal walau hal tersebut dapat memberi efek bahaya terhadap kesehatan yang dimilikinya.

Mencegah

Berikut ini beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah Eating Disorder antara lain:

1. Menerapkan Pola Makan yang Sehat

Setiap makanan yang masuk kedalam tubuh memiliki pengaruh besar terhadap kondisi tubuh. Manusia harus menjaga pola makannya dengan mengkonsumsi makanan yang sehat karena hal tersebut dapat mencegah berbagai macam penyakit.

2. Melakukan Olahraga dengan Rutin

Selain memiliki banyak manfaat bagi tubuh, olahraga juga dapat mencegah Eating Disorder karena dengan berolahraga tubuhmu akan menjadi lebih bugar dan sehat.

3. Mendefinisikan Ulang Standar Penampilan

Setiap orang memiliki standar penampilan yang berbeda, standar penampilanmu tidak bisa disamakan dengan standar penampilan orang lain. Maka dari itu, cobalah untuk mulai mencintai tubuhmu tanpa membandingkannya.

4. Mengurangi Stress dan Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Stress merupakan salah satu hal yang dapat membuat seseorang terkena Eating Disorder, agar tidak menimbulkan dampak negatif Stress harus segera diatasi. Untuk mengurangi Stress, upaya yang dapat dilakukan ialah dengan meningkatkan rasa percaya diri, dalam hal ini dukungan orang-orang yang berada disekitar sangat dibutuhkan.

Referensi:

Dr. Sarah E. Shea, dkk. CMAJ(Canadian Medical Association Journal). Pathologyin the Hundred Acre Wood: a neurodevelopmental perspective on A.A.Milne. 2000.

Garrow. Risk factor for binge eating disorder community-based, case-control study.2000.

https://hellosehat.com/mental/gangguan-makan/eating-disorder/