Konten dari Pengguna

Era Globalisasi : Integrasi Media Massa Dalam Diseminasi Ajaran Agama Islam

BARIKLIA BERLIAN

BARIKLIA BERLIAN

mahasiswa pendidikan sejarah universitas Jember

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari BARIKLIA BERLIAN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Ilustrasi:https://pixabay.com/id/.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Ilustrasi:https://pixabay.com/id/.

Kesuksesan Diseminasi ajaran agama islam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang tersebar keseluruh penjuru dunia tidak lepas dari penyebaran dakwah, dakwah merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam diseminasi ajaran islam. Adapun pengertian dakwah adalah sebuah aktivitas yang dilakukan oleh individu atau kelompok muslim untuk mengimbau atau mengajak seseorang atau sekelompok orang agar hidup sesuai dengan ajaran Islam menjauhi segala larangan-Nya dan melaksanakan semua perintah Allah, sebagaimana tercantum dalam al-Quran dan hadis dengan tujuan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dakwah merupakan kewajiban yang berikan oleh Allah SWT kepada umat-NYA yang dapat dilaksanakan melalui berbagai cara. Diseminasi ajaran agama islam sering kali menyandang mereka yang bergelar kyai,ustadz dan ulama. Seseorang yang telah mendapatkan makrifat, ilmu pengetahuan cahaya dan rahasia adalah orang yang telah sampai kepada Allah hendaknya menyebarkan ilmunya kepada orang lain begitupula orang yang belum sampai kepada Allah agar menyampaikan sesuai dengan kadar kemampuannya. Nabi Muhammad SAW bersabda barang sapa yang melihat kemungkaran maka cegahlah dengan tangannya, jika tidak mampu dengan mulutnya, jika mampu maka dengan hati maka yang seperti selemah lemahnya imannya.

Gambar Ilustrasi:https://www.istockphoto.com/id/foto/membaca-kitab-suci-al-quran-menggunakan-smartphone-gm1218032673-355774411
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Ilustrasi:https://www.istockphoto.com/id/foto/membaca-kitab-suci-al-quran-menggunakan-smartphone-gm1218032673-355774411

Globalisasi merupakan fenomena yang netral hal ini menunjukkan bahwa perkembangan tersebut dapat dimanfaatkan secara positif terutama dalam diseminasi ajaran agama islam namun globalisasi juga dapat membawa dampak nrgatif dalam diseminasi ajaran Islam jika tidak dikelola dengan baik hal ini. Pilihan terbaik bukanlah menghadapi globalisasi sendirian atau menghindarinya melainkan belajar bagaimana memanfaatkan berbagai peluang yang ditawarkan dalam era globalisasi ini dengan cara bermanfaat yaitu dengan desiminasi ajaran islam sesuai dengan ajaran islam. Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi telah membuka peluang yang signifikan bagi penyebaran dakwah melalui media massa, memungkinkan dakwah dilakukan di berbagai tempat dan waktu. Namun, kemajuan ini juga menghadirkan tantangan, karena efek negatif dari teknologi dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku masyarakat, yang mungkin bertentangan dengan norma-norma agama dan adat yang ada. Penggunaan fitur dan aplikasi media sosial untuk kepentingan dakwah Islam menjadi hal penting. Akhir-akhir ini, internet telah menjadi salah satu transformasi signifikan dalam media massa. Media massa kini mendominasi kehidupan sehari-hari masyarakat seringkali tanpa disadari. Media menyajikan informasi, hiburan, serta mempengaruhi emosi, dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi, mengkaji, serta mengubah pandangan masyarakat terhadap realitas (Soebagio, 2020). Kehadiran akun-akun media sosial di platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, Myspace, dan YouTube, baik yang mewakili individu da'i maupun kelompok da'i secara institusional, dianggap sebagai tanda pembaruan dalam pelaksanaan diseminasi ajaran agama islam. Setiap bentuk penggunaan media internet untuk mendukung keberlangsungan desiminasi ajaran agama islam merupakan bagian dari kajian dakwah siber (Musdalifah & Salisah, 2022).

Gambar Ilustrasi: https://www.istockphoto.com/id.

Hojsgaard (2005) mengidentifikasi tiga konsep utama yang membedakan agama di dunia online: komunikasi virtual menggantikan interaksi langsung, ketidakperluan institusi agama yang sepenuhnya terstruktur, dan refleksi budaya siber menggantikan tradisi keagamaan. Konsep-konsep ini memberikan nilai unik dalam konteks virtual, mempengaruhi cara individu menerapkan dan menyebarkan keyakinan religius mereka di dunia nyata dan maya (Fakhruroji, 2011: 88). Adapun etika dalam diseminasi ajaran islam dimedia massa adalah keakuratan informasi,menghormati perbedaan pendapat,dan dialog yang konstruktif. Dalam diseminasi ajaran islam seseorang haruslan berhati – hati dalam menyebarkan karena hal ini dapat menyebabkan penyebaran ideologi ekstrimis dan kontroversi yang akan mengganggu kedamaian dan kerukunan. Budaya pop dan media massa sering kali menghasilkan citra yang berbeda tentang Islam, menyebabkan audiens merasa bingung atau ragu. Karena itu, dakwah harus berupaya secara menyeluruh untuk memahami dan menangani situasi ini, agar pesan-pesan agama yang disampaikan tidak hanya relevan dengan ajaran Islam tetapi juga tidak bertentangan dengan prinsip-prinsipnya. Media massa terutama jejaring sosial media adalah alat yang efektif untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada masyarakat luas. Setiap Muslim bisa berperan sebagai da'i, tergantung pada kapasitas mereka. Jika ceramah agama tidak lagi menarik kecuali sebagai hiburan, media dapat sangat efektif dalam menyebarkan pesan dakwah. Oleh karena itu, ceramah yang tidak menghibur mungkin tidak diterima dengan baik. Tantangannya adalah bagaimana menyajikan pesan keagamaan dalam format yang menarik, seperti tayangan hiburan, untuk memotivasi dan menggugah pemirsa. Penting untuk merumuskan ulang dakwah agar sesuai dengan media modern untuk memanfaatkannya secara optimal.

Gambar Ilustrasi: https://www.istockphoto.com/id.

Tantangan dan peluang dalam diseminasi ajaran islam untuk mengatasi tantangan masa kini. Sebagai agama rahmatan lil ‘alamin islam harus menawarkan solusi bagi masyarakat kontemporer. Meski islam dahulu menjadi pionir dalam sains, saat ini peradaban Islam mengalami kemunduran dan terpisah dari dunia sains yang berfokus pada perdaban Barat. Media komunikasi massa saat ini memungkinkan dakwah disampaikan dengan cara yang efektif, cepat, dan merata. Diseminasi ajaran agama islam kini tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan pesan dakwah dan meningkatkan efektivitasnya. Karena dakwah bersifat massal, penerima pesan tidak hanya terbatas pada kelompok tertentu saja.

Referensi

Nugroho, A. R. B. P., & Halwati, U. (2023). Komunikasi Dakwah Islam pada Masyarakat Milenial di Era Globalisasi. ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 4(1), 33-45.

Dalimunthe, S. A. Q. (2023). Terminologi Dakwah dalam Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 1415-1420.

Ghifari, M. (2023). Strategi Efektif Dalam Mencegah Penyebaran Hadis Palsu di Media Sosial. The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization, 9(01), 103-122.

Ridwan Rustandi, ‘Cyberdakwah: Internet Sebagai Media Baru Dalam Sistem Komunikasi Dakwah Islam’, NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam, 3.2 (2020), 84–95 <https://doi.org/10.23971/njppi.v3i2.1678>.

Erwan Efendi, Heri Suseno, and Nisa Hanum, ‘Dakwah Kontemporer: Pengertian, Sejarah, Metode Dan Media Untuk Pengembangan Dakwah Kontemporer’, Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4.1 (2024), 14–22 <https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i1.482>.

Adhitya Ridwan Budhi Prasetyo Nugroho and Umi Halwati, ‘Komunikasi Dakwah Islam Pada Masyarakat Milenial Di Era Globalisasi’, ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 4.1 (2023), 33–45 <https://doi.org/10.24090/icodev.v4i1.8547>.