Mengapa Deadline Selalu Terlihat Lebih Menarik di Hari Terakhir?

Mahasiswa semester 2, Universitas Pamulang, fakultas Ilmu Komunikasi dan Desain, prodi Ilmu Komunikasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Afif Khoerullah Akbarra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak mahasiswa baru mulai mengerjakan tugas ketika tenggat waktu semakin dekat.
“Tugasnya masih lama, nanti saja.”
Kalimat tersebut mungkin pernah diucapkan oleh hampir setiap mahasiswa. Meskipun tugas sudah diberikan sejak beberapa minggu sebelumnya, tidak sedikit yang memilih menundanya hingga mendekati batas pengumpulan.
Fenomena ini telah menjadi bagian dari kehidupan perkuliahan. Bahkan, muncul anggapan bahwa tekanan menjelang tenggat waktu justru dapat meningkatkan produktivitas. Akibatnya, banyak mahasiswa baru benar-benar fokus mengerjakan tugas ketika waktu yang tersisa semakin sedikit.
Salah satu penyebab kebiasaan menunda adalah kecenderungan menganggap suatu pekerjaan masih memiliki banyak waktu untuk diselesaikan. Ketika tenggat waktu terasa jauh, tugas tersebut sering kali kalah prioritas dibandingkan aktivitas lain yang dianggap lebih mendesak atau lebih menyenangkan.
Selain itu, rasa takut gagal juga dapat menjadi faktor penyebab. Sebagian mahasiswa menunda mengerjakan tugas karena merasa belum cukup siap atau khawatir hasil pekerjaannya tidak sesuai harapan. Tanpa disadari, penundaan menjadi cara untuk menghindari perasaan tidak nyaman tersebut.
Perkembangan teknologi juga turut berperan. Kehadiran media sosial, layanan hiburan digital, dan berbagai bentuk distraksi membuat seseorang lebih mudah mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang seharusnya dilakukan.
Padahal, kebiasaan menunda sering menimbulkan konsekuensi yang tidak sederhana. Kurangnya waktu pengerjaan dapat memengaruhi kualitas tugas, meningkatkan tingkat stres, serta mengurangi kesempatan untuk memahami materi secara lebih mendalam.
Bukan berarti semua mahasiswa yang pernah menunda tugas tidak memiliki kemampuan mengatur waktu. Dalam banyak kasus, kebiasaan tersebut muncul karena berbagai faktor psikologis dan lingkungan yang saling memengaruhi.
Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan mengerjakan tugas secara bertahap. Membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian kecil dan menetapkan target harian dapat membantu mengurangi kecenderungan menunda.
Pada akhirnya, deadline memang dapat menjadi pendorong untuk bertindak. Namun, kemampuan mengatur waktu dengan baik akan memberikan manfaat yang lebih besar daripada sekadar mengandalkan tekanan menjelang tenggat waktu.
