Yuk Buat Kartu Isolasi Mandiri Secara Mandiri

Saat ini bekerja di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta)
Tulisan dari basit adhi prabowo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kartu Isolasi Mandiri (Isoman) dibuat untuk memudahkan isolasi mandiri, karena tidak semua orang faham apa yang harus dilakukan ketika melakukan isolasi mandiri. Mungkin beberapa orang memiliki pengetahuan yang banyak, tetapi bisa jadi yang bersangkutan bingung, tidak tahu harus berbuat apa karena panik. Apalagi bagi orang yang kurang memiliki pengetahuan.
Kartu Isolasi Mandiri tersebut dibuat berupa checklist, bukan berupa panduan dalam bentuk buku berlembar-lembar. Harapannya, setiap pelaku isolasi mandiri dapat mencentang apa yang sudah dilakukan dari bangun tidur hingga tidur lagi, sehingga akan memudahkan kegiatannya sehari-hari.
Persiapan
Hal pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan informasi. Setelah informasi dirasa cukup, maka berikutnya adalah merangkumnya menjadi tiga hal, yaitu apa yang dilakukan sebelum melakukan isolasi mandiri, hal apa yang bisa dijadwalkan selama menjalani isolasi mandiri dan hal apa yang tidak bisa dijadwalkan selama menjalani isolasi mandiri.
Pengumpulan Informasi
Secara umum, banyak teori yang membahas tentang menjaga kebugaran dan meningkatkan imunitas, dua hal yang penting untuk melawan Covid-19. Dari sekian banyak teori tersebut dapat diambil teori-teori yang terbukti secara ilmiah dan make sense untuk dijalani.
Sebagai contoh, untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan imunitas, maka sobat dapat melakukan antara lain
olah raga yang teratur dengan total 150 menit per pekan dengan intensitas sedang
makan makanan bergizi dan dapat ditambah dengan suplemen
minum air putih yang cukup (sekitar 1,5 liter per hari)
tidur: kualitas dan kuantitas cukup, tidak begadang, jadwal detoks paru-paru jam 3-5 pagi dalam kondisi tidak tidur, tidur siang
melakukan proning cough
berjemur
bahagia
beribadah, berdoa dan meningkatkan keimanan
dan sebagainya
Selain informasi tentang kebugaran tubuh dan imunitas, sobat dapat mencari informasi tentang protokol kesehatan selama menjalani isolasi mandiri, antara lain
cek suhu badan, apakah kurang dari 39 derajat selsius setiap pagi dan sore
cek saturasi oksigen, apakah lebih dari 95 persen setiap pagi dan sore
minum obat (apabila ada) sesuai jadwal
memisah pakaian, seprei, perlengkapan ibadah dan alat makan
rajin cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak ketika bertemu orang lain
ketahui jadwal melakukan isolasi mandiri
dan sebagainya
Sebagai tambahan, dapat juga dimasukkan nomor kontak ke fasilitas kesehatan, konsultan psikologi dan nomor penting lainnya.
Checklist Persiapan
Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan tadi dapat diinventarisir apa yang dilakukan sebelum melakukan isolasi mandiri, antara lain membutuhkan alat pengukur saturasi oksigen, termometer dan sebagainya. Hal yang paling penting selama melakukan persiapan adalah melakukan pemberitahuan kepada orang lain bahwa sobat sedang melakukan isolasi mandiri, baik ke pak/bu RT/RW, satgas covid-19, puskesmas, bos, dosen, tetangga dan lainnya.
Berikut ini adalah contoh checklist persiapan menjalani isolasi mandiri
❏Lapor pak/bu RT/RW, Satgas Covid-19 dan/atau Puskesmas di lingkungan tempat tinggal
❏Multi-vitamin (Vitamin C, B, E dan Zinc) dan obat-obatan pribadi; mungkin diberi dari puskesmas
❏Lapor ke Dosen jika mahasiswa, lapor ke atasan jika pekerja, dan/atau memberitahu sanak/saudara
❏Alat saturasi oksigen: oksimeter
❏Alat pengukur suhu badan
❏Ruang yang nyaman dengan ventilasi yang bagus
❏Perlengkapan ibadah untuk digunakan sendiri
❏Masker Bedah (untuk aktivitas outdoor atau jika ada kegiatan yang bertemu anggota rumah). Anak di bawah 2 tahun tidak perlu dipakaikan masker.
❏Perlengkapan lainnya untuk menjaga tetap bahagia dan gembira, seperti handphone, laptop, buku, makanan ringan, alat olahraga, perlengkapan hobi, dan sebagainya yang digunakan sendiri (tidak berbagi pakai) -catatan: dapat diisi sesuai dengan apa yang membuat sobat bahagia
❏Tandai waktu mulai* dan hari ke-10 isolasi mandiri di kalender
❏Memasang pengumuman “Sedang Melakukan Isolasi Mandiri” pada pintu atau tempat yang mudah terlihat
Checklist Aktivitas Rutin Harian Terjadwal
Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan tadi dapat diinventarisir hal apa yang bisa dijadwalkan selama menjalani isolasi mandiri. Sobat dapat menentukan dengan jam atau berdasarkan urutan waktu.
Berikut ini adalah contoh checklist aktivitas rutin harian terjadwal
❏Tidur jam __ sampai jam 3 atau jam 4, tidak tidur lagi setelah itu, buka jendela untuk menikmati udara pagi yang segar -catatan: waktu mulai tidur disesuaikan dengan jadwal tidur sobat tetapi setelah jam 20 karena terkait dengan jadwal minum obat yang 3 kali sehari
❏Olahraga outdoor antara jam 4-5 pagi ketika tidak ada orang dengan tidak menyentuh benda di area publik, olahraga saat berjemur dan/atau olahraga di dalam kamar (total 150 menit sepekan) -catatan: isolasi mandiri itu tidak berarti 24 jam non stop di kamar, sob
❏Sarapan bergizi, telur rebus matang 1 butir, minum air (total 1,5 liter per hari), cek suhu badan (< 39oC) dan cek saturasi oksigen (> 95%)❏Menikmati matahari pagi (berjemur) antara jam 7-9 pagi @15 menit
❏Tidur siang
❏Makan siang bergizi dan minum air
❏Makan malam bergizi, minum air, cek suhu badan (< 39oC) dan cek saturasi oksigen (> 95%)
❏Bagi yang ada gejala, tulis tanggal terakhir mengalami gejala ______ dan tandai di kalender
Jadwal minum Obat/Vitamin ________ 1 kali sehari, ❏Jam 8
Jadwal minum Obat/Vitamin ________ 2 kali sehari, ❏Jam 8 ❏Jam 20
Jadwal minum Obat/Vitamin ________ 3 kali sehari, ❏Jam 4 ❏Jam 12 ❏Jam 20
Checklist Aktivitas Rutin Harian (Tidak Terjadwal)
Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan tadi dapat diinventarisir hal apa yang tidak bisa dijadwalkan selama menjalani isolasi mandiri alias suka-suka kapan mau melakukan.
Berikut ini adalah contoh checklist aktivitas rutin harian terjadwal
Terapi Proning Position and Cough (seperti sujud dan batuk) bagi yang bergejala.
❏Melakukan hobi atau aktivitas yang membahagiakan, yaitu ________
❏Melakukan aktivitas bersuara yang tidak keras tidak berbisik dan tidak cepat tidak lambat
❏Mencuci pakaian, seprei dan alat makan sendiri/terpisah
❏Mematuhi protokol kesehatan (Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak/menjauhi kerumunan) ketika bertemu orang lain
❏Membersihkan area yang sering disentuh dengan disinfektan, dapat berupa sabun pembersih lantai yang diencerkan
❏Untuk muslim laki-laki tidak melakukan sholat Jum’at di masjid, mengganti dengan sholat dhuhur di rumah
❏Beribadah, berdoa dan melakukan aktivitas penambah keimanan
❏Apabila ada perubahan gejala (panas tinggi >= 39oC, batuk berdarah, sesak nafas, nyeri/rasa tertekan pada dada, atau saturasi oksigen <= 95%), maka segera hubungi Puskesmas atau klinik, tulis nomornya di sini _______ atau hubungi nomor 119
❏Apabila membutuhkan konsultasi psikologi (takut, stres, gelisah, terasa tegang, sulit tidur, marah atau sedih, merasa tidak berdaya), maka dapat menghubungi nomor ini _______
❏Tandai di kalender tanggal di mana tidak lagi merasakan gejala (OTG tidak perlu)
Demikian, sob, contoh membuat kartu isolasi mandiri. Semoga bermanfaat.
Bagaimana Kartu Isolasi Mandiri yang didesain untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Anak-anak, Difabel dan Pendamping. Hmm... semoga bisa kita bahas lain kali.
Daftar Pustaka
Kartu Isolasi Mandiri [Chaerunnisa Rachman].pdf, diakses 10 Januari 2021
Pedoman Pencegahan Covid Revisi 5 Kemenkes, diakses 11 Januari 2021
Panduan Penanganan Covid-19 dari MCCC edisi Revisi III, 11 diakses Januari 2021
Kartu Isolasi Mandiri oleh Satgas Covid-19 Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, diakses 31 Januari 2021
