Kumparan Logo
Konten Media Partner

3 Karya Monumental Warisan BJ Habibie di Batam

BATAMNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Barelang dihiasi lampu jalan pada malam hari Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Barelang dihiasi lampu jalan pada malam hari Foto: Shutter Stock

Batam – Kenangan tentang Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie begitu melekat di memori orang-orang yang pernah bekerja sama dengannya. Tak hanya menjadi putra terbaik bangsa, Habibie juga jadi kebanggaan orang-orang yang mengenalnya, termasuk pegawai Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam).

Habibie tidak hanya dikenal sebagai sosok yang cerdas tetapi juga dikenal dengan sosok yang giat dan peduli pada nasib kecerdasan bangsa.

Kepala Pengelolaan Lahan BP Batam, Imam Bachroni, menceritakan Habibie mampu mengubah Batam yang dulunya hanya tempat logistik Pertamina menjadi kawasan industri dengan daya tarik yang dapat mengundang investor.

Paradigma yang dikembangkan saat itu adalah menarik investasi dengan membangun infrastruktur terlebih dahulu. Seperti kualitas jalan pada tahun 1980-an akhir yang sudah setara dengan jalan Tol Jagorawi.

“Biasanya pembangunan dibikin karena ada kebutuhan. Ini dibikin dipersiapkan dulu agar datang investasi. Apalagi Pak Habibie insinyur muda yang mau bekerja di sini, di mana lokasinya masih hutan, bayangin, padahal di Jakarta masih banyak kerjaan,” ujarnya, Kamis (12/9).

Sejak saat itu, baginya, Habibie merupakan pemimpin, guru, sekaligus orang tua yang sangat egaliter.

Sementara Direktur Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan (BP) Batam, Tri Novyanta, yang saat itu sempat merasakan kepemimpinan Habibie pada 1998 mengatakan yang paling dia ingat adalah karakter Habibie yang disiplin, pekerja keras, dan tepat waktu.

Habibie yang saat itu sangat mengutamakan pendidikan anak bangsa juga pernah mengirimnya ke tiga negara, Jerman, Jepang, dan Amerika untuk belajar teknik nuklir. Hal itu menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya.

“Jadi kita semua, teman-teman BPPT, dikirim ke luar negeri untuk belajar. Pokoknya kerjanya suruh belajar saja, karena beliau sangat mengutamakan SDM. Saat bersama (bekerja) beliau selalu on time, tidak bisa main-main karena progresnya dicek terus,” ungkapnya.

Pendidikan ke luar negeri juga sempat dirasakan Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana BP Batam, Purnomo Andiantono. Sebagai ahli, bidang teknik sipil, dirinya sempat dikirim ke Inggris untuk belajar.

Baginya, Habibie tak hanya sebagai orang tua dan guru, tetapi juga inspirasi Teknik Sipil Indonesia. “Kami-kami ini adalah anak didik beliau. Zaman Pak Habibie banyak mahasiswa yang disekolahkan, khususnya Batam,” ucapnya.

Berikut beberapa karya monumental Habibie di Pulau Batam.

1. Jembatan Barelang

Jembatan Barelang, Batam. Foto: Dok. Kementerian Pariwisata

Jembatan Barelang tidak hanya menjadi warisan infrastruktur bagi Kota Batam, tetapi juga menjadi warisan ilmu. Pegawai BP Batam menyebut Jembatan Barelang adalah laboratorium hidup di mana setiap jembatan yang dibangun menggunakan enam teknologi yang berbeda.

Jembatan 1 merupakan jembatan yang dibangun oleh BP Batam pada saat itu--Otorita Batam, dengan teknik cable stayed. Jembatan ini disebut-sebut mirip dengan Golden Gate di San Fransisco. Jembatan 2, jembatan sepanjang 420 meter ini dibangun dengan teknik balance cantilever box gierder single box.

Jembatan 3 merupakan jembatan yang dibangun dengan tipe segmental concrete box girder dengan tipe pondasi abutment. Jembatan 4 dibangun dengan teknik balance cantilever hamper, sama dengan Jembatan 2. Jembatan 5 merupakan jembatan busur dengan konstruksi beton bertulang pertama di Indonesia. Dan terakhir, jembatan paling ujung, Jembatan 6 teknik asbrit atau setengah lingkaran.

“Barelang itu benar-benar laboratorium hidup, dari enam jembatan itu dipilih enam itu tipenya beda. Tujuannya agar belajar semua teknologinya jembatan, sehingga insinyur Indonesia semua belajar. Jembatan beliau juga lebih mengutamakan penguasaan teknologi,” kata Purnomo.

Kepala Pengelolaan Lahan BP Batam, Imam Bachroni, juga menceritakan pengalamannya saat pembangunan jembatan tersebut. Di mana ketika terjadi kesalahan dalam proses pembangunan, pertanyaannya siapa perencananya dan siapa kontraktornya.

“Permasalahan dalam proses pembangunan jembatan, jawaban dia semua kesalahan dalam tahap pembelajaran tanggung jawab beliau, itu yang membuat semua yang di sini jadi tenang,” ungkapnya.

2. Dam di Batam

Dam Baloi, dam pertama yang dibangun di Batam. (Foto: dok. Batamnews)

Saat itu Dam Baloi merupakan penampung air raksasa atau sering disebut satunya-satunya dam dengan teknologi teranyar. Dam Batam merupakan warisan Habibie. Dibangun dengan alasan kondisi pulau ini yang minim sumber air.

“Saat ini yang bisa kita rasakan dari visioner beliau adalah seluruh dam di Batam buatan beliau. Sekarang banyak negara lain bahkan Singapura niru itu. Bahkan sekarang di Indonesia untuk pembangunan dam referensinya ke Batam,” ungkap Tri Novyanta.

3. Jalanan Batam

Ruas jalan di kawasan Batam Centre. (Foto: Batamnews)

Warisan Habibie lainnya yang hingga kini paling terlihat di Kota Batam adalah jalanan. Jarak antara pemukiman dengan jalan raya bahkan sudah diperhitungkan sejak awal pembangunan Batam.

Batam pun menjadi satu-satunya daerah yang tidak pernah mengalami kendala saat melakukan pelebaran jalan.

“Kalau lihat mengenai jalan, Indonesia yang ROW (Right of Way)-nya sampai 100 ke atas cuma di Batam, tempat lain tidak ada. Karena Pak Habibie melihat ke depan pengembangan untuk lalu lintas barang dan manusia, itu jadi perhatian beliau,” pungkas Tri Novyanta.

(das)

*Baca berita lainnya di Batamnews.co.id

Berita ini pertama kali terbit di Batamnews.co.id

embed from external kumparan