Kumparan Logo
Konten Media Partner

Batam Tak Berdaya Atasi Krisis Air Minum

BATAMNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waduk Duriangkang (Foto: ist)
zoom-in-whitePerbesar
Waduk Duriangkang (Foto: ist)

Batam - Menyusutnya air waduk Duriangkang, Sei Beduk, Batam, belum ada solusi. Baik dari Badan Pengusahaan Batam maupun PT Adhya Tirta Batam.

Kedua pihak ini paling bertanggungjawab terhadap keringnya waduk tersebut. Rusaknya daerah tangkapan air diduga sebagai pemicu, disusul minimnya hujan turun.

Dapat disaksikan di sekitar waduk Duriangkang saat ini bercokol para petani-petani ilegal yang memanfaatkan lahan sebagai area pertanian.

Hingga saat ini tidak ada tindakan tegas dari Direktorat Pengamanan BP Batam terkait hal tersebut. Bahkan para petani ilegal itu dengan bebas mengelola lahan pertanian mereka.

Dahulu jauh lebih parah. Para peternak babi mendiami di sekitar waduk Duriangkang. Keberadaan peternak ilegal itu pun akhirnya bisa diatasi setelah desakan masyarakat.

Humas PT Adhya Tirta Batam Iksa Wijanarko mengakui stok air baku di waduk tadah hujan Duriangkang terus menurun.

Hujan yang sempat turun beberapa hari lalu tak banyak membantu.

“Saat ini level permukaan air terus menurun, berada di minus 3,15 meter dari spillway batas pelimpahan air,” kata Iksa Wijanarko, Selasa (10/3/2020).

Menurutnya, setiap hari level air di waduk turun 2 centimeter. Batam semakin dekat dengan ancaman krisis air baku. Jika air menyentuh level minus 3,4 meter di bawah bangunan pelimpah, maka IPA Tanjung Piayu dan pompa intake yang menyalurkan air dari waduk Duriangkang ke IPA Muka Kuning akan berhenti beroperasi.

Imbauan salat istisqa

Kepala BP Batam Muhammad Rudi juga mengatakan tidak ada jalan lain mengatasi kekeringan tersebut. Ia hanya bisa berharap hujan turun secepatnya. Bila tidak, salat istisqa lebih digencarkan.

“Lima hari on dan dua hari off. Ini untuk mencegah, mana tahu perkiraan hujan akan turun diakhir bulan April dan Maret,” Kata Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Selain upaya rationing ini, Rudi juga mengimbau seluruh jajarannya menggelar salat istisqa sejak Jumat (6/3/2020).

Salat ini akan rutin digelar minimal satu minggu sekali setiap Jumat.

“Surat edaran sudah kami buat. Kalaupun mau tiap hari dilakukan boleh habis zuhur. Kalau engga ya seminggu sekali,” ujar Rudi.

BP Batam juga tengah melakukan lelang pipa untuk menyalurkan persediaan air baku di waduk Tembesi ke Waduk Mukakuning yang memiliki jarak 2,8 kilo meter yang direncakan terlaksana pada Juli 2020.

“Ini juga tidak bisa kita percepat karena proses lelangnya agak panjang. Anggaran sudah ada DED harus diselesaikan dulu baru masuk lelang fisik,” ucapnya.

Pembasmian eceng gondok dipermukaan air untuk mencegah penguapan air juga terus dilakukan. Dan penghancuran menggunakan mesin harvester ini diperkirakan selesai dalam kurun waktu 1,5 meter.

Kapasitas waduk

Dam Duriangkang merupakan dam terbesar di Kota Batam. Dam tersebut memiliki panjang 952 meter, tinggi 10 meter, dan lebar 11 meter dengan luas daerah tangkapan air mencapai 7.259,10 hektar, luas permukaan 1.284,20 hektar, luas genangan 874 hektar, dengan kemampuan abstraksi air baku mencapai 3.000 liter/detik.

Baca berita lainnya di Batamnews.co.id

Berita ini pertama kali terbit di

embed from external kumparan