News
·
10 Juni 2020 14:46

BP Batam Kaji Ulang Pengembangan Pelabuhan Batuampar

Konten ini diproduksi oleh BATAMNEWS
BP Batam Kaji Ulang Pengembangan Pelabuhan Batuampar (115662)
searchPerbesar
Pelabuhan Batuampar, Batam.
Batam - Kajian Pelindo II terhadap Pelabuhan Batuampar dinilai masih belum tepat. BP Batam merencanakan kaji ulang pengembangan pelabuhan bongkar muat barang tersebut.
ADVERTISEMENT
Menurut, Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam Nelson Idris kajian pertama ternyata tidak cocok dari sudut kondisi pelabuhannya.
"Mereka (Pelindo II) tidak yakin dengan dermaga seperti itu bisa menampung kapal besar dan alat berat," kata Nelson, Rabu (10/6/2020).
Rencananya, pembahasan kaji ulang tersebut akan dilakukan minggu ini bersama Pelindo 2 di Kantor Pelabuhan Batam Center.
Lebar pelabuhan yang sebelumnya ditargetkan 30 meter akan ditambah lagi 16 meter untuk rel alat berat berjalan.
"Mereka khawatir dengan kondisi pelabuhan, kajian yang sebelumnya tidak mampu untuk menampung alat berat sampai 400 ton. Sehingga di 16 meter ini dibuat posisi kuat," ujar Nelson.
Sehingga di posisi 16 meter ini dikondisikan bisa menampung beban rel untuk alat berat baik itu membongkar dan memuat kontainer.
ADVERTISEMENT
Dengan kajian ulang ini diharapkan dermaga mampu menampung beban hingga 400 ton, dan diharapkan bisa mengurangi beban alat berat tersebut.
Pengerjaan pengembangan pelabuhan Batuampar yang rencananya digesa mulai awal Maret juga akan dijadwalkan ulang.
"Sehingga Minggu ini mereka datang untuk evaluasi kajian pertama dan untuk waktu pelaksanaan masih akan dijadwalkan ulang," ucapnya.
Pelabuhan Batuampar akan dikembangkan dengan kapasitas bongkar muat meningkat menjadi 600.000 TEUs (Twenty foot Equivalent Unit -satuan terkecil ukuran peti kemas) dalam setahun.
Perjanjian awal (head of agreement) tentang penyiapan kerja sama pengoperasian dan pengembangan Pelabuhan Batu Ampar beserta area pendukungnya, diteken oleh Pelindo II dan BP Batam pada 7 Januari 2020.
Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id
ADVERTISEMENT
Berita ini pertama kali terbit di