Kumparan Logo
Konten Media Partner

Corona di Kawasan Industri Batam: 317 Karyawan Positif COVID-19

BATAMNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Batam - Lonjakan kasus pada klaster pekerja di kawasan Mukakuning, Kota Batam, Kepulauan Riau terus bertambah. Total pasien Covid-19 pada klaster tersebut per tanggal 29 September 2020 telah mencapai 317 orang.

Data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam menunjukkan rincian dari 317 kasus tersebut tersebar di 17 perusahaan di kawasan Mukakuning, Batam.

Persebarannya yaitu PT B sebanyak 9 orang, PT S sebanyak 5 orang, PT J sebanyak 4 orang, PT R sebanyak 3 orang.

Kemudian PT K sebanyak 7 orang, PT SU sebanyak 9 orang, PT E sebanyak 7 orang, PT I sebanyak 88 orang, PT W sebanyak 3 orang.

Sementara, PT PI Batam memecahkan rekor dengan kasus terbanyak yaitu 171 orang.

Lalu ada juga PT F sebanyak 3 orang, PT SI sebanyak 1 orang, PT EP sebanyak 2 orang, PT H sebanyak 1 orang, pegawai Bank sebanyak 2 orang, PT N sebanyak 1 orang serta terakhir ada PT V sebanyak 1 orang.

Klaster Mukakuning ini bermula ketika ditemukan kasus penghuni dormitori (asrama) karyawan yang terpapar Covid-19, setelah itu persebaran kasusnya semakin meluas hingga data terakhir ada 17 perusahaan yang karyawannya terpapar Covid-19.

Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19, Didi Kusmarjadi mengatakan petugas masih terus melakukan upaya penelusuran kontak (tracing) pada klaster tersebut.

“Upaya tersebut masih terus kami lakukan,” kata dia.

Sementara itu total pasien Covid-19 di Batam telah mencapai 1.575 orang, di antaranya sudah ada 1.002 orang yang dinyatakan sembuh, sebanyak 47 orang telah meninggal dunia, dan yang sedang menjalani perawatan sebanyak 523 orang serta 3 orang sedang dalam persiapan evakuasi ke rumah sakit.

Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id

Berita ini pertama kali terbit di

embed from external kumparan