Dampak Wabah PMK, Stok Hewan Kurban di Tanjungpinang Kurang

Konten Media Partner
24 Mei 2022 10:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Dampak Wabah PMK, Stok Hewan Kurban di Tanjungpinang Kurang (233992)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi
ADVERTISEMENT
Tanjungpinang, Batamnews - Gubernur Kepri, Ansar Ahmad telah memerintahkan Dinas Pertanian untuk melakukan pengawasan terhadap PMK pada hewan yang merebak di sejumlah daerah di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Untuk PMK kita sudah tugaskan Dinas Pertanian Provinsi untuk mengawasi benar-benar. Jika nanti tidak bisa dipasok dari daerah lain, kita akan perkuat nanti kemampuan masyarakat kita," kata Ansar, kemarin.
Merebaknya PMK turut mengancam ketersediaan hewan kurban tahun 2022 di Kota Tanjungpinang. Umumnya hewan kurban seperti sapi, biasanya didatangkan dari luar Provinsi Kepri.
Saat ini masuknya sapi ke Tanjungpinang terhalang. Pasalnya untuk sampai di Tanjungpinang, hewan-hewan ternak diseberangkan melalui Kuala Tungkal, Jambi.
Sementara Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi memberlakukan penghentian sementara sertifikasi karantina terhadap media pembawa PMK pada pekan lalu.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri mengakui bahwa jumlah sapi yang ada saat ini masih kurang jika dibandingkan kurban tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Hal itu diketahui dari pendataan terhadap hewan sapi, kambing dan kerbau jelang Hari Raya Idul Adha yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang.
"Tahun lalu untuk sapi kurban sekitar 605 ekor. Dari data yang kita miliki (saat ini) ketersediaan untuk kurban ada 578 ekor sapi, 230 kambing dan 2 ekor kerbau jantan," kata Yoni.
Jika hingga jelang Idul Adha ketersediaan masih kurang, maka pihak dinas akan mendatangkannya dari kabupaten lain di Provinsi Kepri.
"Di Natuna dan Anambas ada sapi-sapi lokal. Kita bisa masukkan. Karena memang sekarang pintu masuk dibatasi," ujar Yoni.
Hingga saat ini belum ditemukan adanya PMK di Provinsi Kepri. Namun meski demikian, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang tetap melakukan pemeriksaan ke kandang-kandang hewan ternak.
ADVERTISEMENT
Selain memeriksa kesehatan hewan, petugas juga sekaligus me.berikan informasi dan edukasi kepada peternak terkait PMK.
"Pemeriksaan masih berlanjut dan Insya Allah Tanjungpinang aman," pungkas Yoni.
(cr1)
Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id
Berita ini pertama kali terbit di
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020